
GOLDEN TICKET: Para pemenang Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang 2017 kategori 5K dan 10K putra dan putri berfoto bersama, antara lain, dengan Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda dan CEO Axa Nina Ong.
JawaPos.com - Rute Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang 2017 kemarin (14/5) sebenarnya tidak berat. Banyak flat. Total tanjakannya hanya 1.048 meter. Namun, karena jaraknya berdekatan, tanjakan tersebut sedikit menyiksa runners nonprofesional.
----
Baru 1,5 km pertama setelah flag off dari kawasan Benteng Kuto Besak, Palembang, peserta Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang sudah dihadapkan tanjakan pertama di Jembatan Ampera. Tanjakannya cukup landai. Tidak ada yang kesulitan melewati jembatan sepanjang 1.117 meter tersebut. Apalagi, di ujung jembatan disambut dengan water station pertama.
Namun, tidak sampai 500 meter, peserta kategori 10K harus menanjak lagi di flyover Jakabaring yang menghubungkan Kota Palembang dengan kawasan Jakabaring. Kali ini lebih menanjak daripada Jembatan Ampera. Untung saja flyover tersebut tidak panjang, hanya 435 meter. Mungkin karena pendek itulah, flyover setinggi 6,5 meter itu jadi terasa lebih menanjak.
Hanya ada dua tanjakan itu di race 10K. Namun, peserta harus dua kali melewati tanjakan tersebut. Sebab, setelah km 5, peserta putar balik melewati rute semula. Kali ini melewati flyover dulu, baru Jembatan Ampera. ’’Sebenarnya tidak berat, tapi lumayan terasa pas tanjakan,’’ ujar Tika, pelari dari AXA Financial, yang finis dengan catatan waktu 1 jam 31 menit 30 detik.
Triathlete nasional Jauhari Johan yang finis pertama di kategori 10K juga mengakui bahwa rute yang dilalui, rupanya, tidak berat. Bahkan, kalau dibandingkan dengan tanjakan di Jembatan Suramadu, jelas tidak ada apa-apanya. Namun, catatan waktu Johan justru tidak maksimal. Kemarin dia finis dengan waktu 35 menit 2 detik. Padahal, di Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon 2016 di Jembatan Suramadu, dia finis dalam waktu 32 menit 52 detik. Kemungkinan di Suramadu lebih kompetitif karena bersaing dengan atlet nasional dan asing. ’’Saya ikut race sekalian untuk persiapan SEA Games. Biar tidak bosan. Untuk pemanasan,’’ katanya.
Setelah Jembatan Ampera, rute sudah flat dan peserta bisa menambah pace agar memenuhi target waktu. Sayangnya, peserta-peserta di barisan belakang sedikit terganggu dengan bocornya beberapa rute gara-gara sejumlah kendaraan nekat menerobos ke dalam rute. Padahal, penjagaan dari pihak kepolisian dan panitia sudah cukup ketat.
Race Director Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang 2017 Dean Andhika Ferari mengatakan, membuat race di Palembang memang banyak tantangan. Sebab, di Palembang sedang banyak pembangunan. Mulai pembangunan jalan layang hingga jalur LRT. Penutupan jalan sedikit saja bisa mengakibatkan kemacetan. ’’Ini 10K masih bisa diatasi. Kalau di atas itu, di Palembang sudah sulit mencari rute yang bisa steril,’’ kata anggota komunitas Palembang Runners itu.
Event kemarin diikuti puluhan komunitas dari Palembang dan kota-kota lain di Sumatera. Bukan hanya dari Sumatera Selatan. Ada juga peserta dari Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.
Podium Sumatera Express Road to Jawa Pos Fit Palembang 2017 dipenuhi dengan wajah-wajah muda. Beberapa di antara 12 pemenang dari dua kategori, 5K dan 10K, baik putra maupun putri, masih berusia belasan tahun. Statusnya memang masih pelajar atau mahasiswa. Namun, ternyata mereka adalah atlet-atlet muda kebanggaan Sumatera Selatan.
Atlet-atlet muda dari Banyuasin yang paling banyak menyabet juara. Total tujuh atlet binaan A. Kadir Sani yang naik ke podium kali ini. Mereka adalah Rikki, Fajarudin, Tri Utami, Marwan, Muhammad Asror, Afita Mareli, dan Tiska Afini. ’’Kali ini berlomba atas nama pribadi masing-masing. Mereka yang dapat kebanggaan sendiri kalau menang. Kalau kalah, yang merasakan juga mereka,’’ ujarnya diamini anak-anak didiknya.
Soal rute bukan masalah bagi mereka. ’’Kami latihan di bukit daerah Gelebak Dalam. Jadi, ya sudah terbiasa naik turun,’’ kata Fajarudin.
Strateginya pun dibeber oleh Afita Mareli, sang juara di kategori 10K putri. Pada lintasan menanjak, langkah lari tidak boleh panjang-panjang. ’’Saat turun rileks saja. Kalau jalan rata, barulah lari kencang,’’ jelas atlet yang kuliah di Universitas Sriwijaya itu.
Para peraih podium antusias untuk tampil di Jawa Pos East Java Marathon 2017 di Surabaya pada 12 November nanti. Atlet nasional Marwan yang meraih podium kedua kategori 10K juga penasaran ingin berlari di jembatan terpanjang di Indonesia itu. ’’Nah, kesempatan kali ini bertandang di Palembang, saya ikut sekalian membayar rasa penasaran di Suramadu,’’ tuturnya. (puz/c4/tom)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
