Harun Al Rasyid (kanan mengenakan rompi) bersama jajaran Pemkab Ponorogo dan sejumlah kontraktor, saat melakukan monitoring dan evaluasi 9 proyek jalan di Ponorogo pada Senin (26/6)-Selasa (27/6)
JawaPos.com - Satgassus Pencegahan Tipikor Mabes Polri menemukan berbagai titik retakan jalan, pada tiga proyek pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Adapun berbagai retakan jalan tersebut, ditemukan di Jalan Mlarak - Pulung, Jalan Semanding - Tempuran dan jalan Kauman - Carang Rejo.
Temuan ini diperoleh, saat tim Satgassus Polri melakukan pemantauan, monitoring serta evaluasi pada proyek pemerintah yang dibiayai oleh program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), pada 26-27 Juni lalu.
“Pada beberapa titik ruas jalan, tim menemukan retakan-retakan jalan yang harus diperbaiki oleh kontraktor selama masa pemeliharaan. Tim berharap program PEN dapat terserap optimal, bermanfaat dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Ponorogo,” kata Kasub Satgassus Pencegahan Tipikor Mabes Polri, Harun Al Rasyid, dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com, Selasa (27/6).
Adapun, beberapa proyek Infrastruktur yang menjadi sasaran pemantauan, monitoring serta evaluasi yakni: Peningkatan Jalan Badegan - Tulung dengan nilai kontrak Rp 5.493.098.000, Peningkatan Jalan Kauman - Carangrejo dengan nilai kontrak Rp 5.898.670.000, Peningkatan Jalan Ngambakan-Sampung dan Sampung - Parang dengan nilai kontrak Rp 6.246.092.000, Peningkatan Jalan Dengok - Karangan dengan nilai kontrak Rp 5.583.535.000, Peningkatan Jalan Sultan Agung dengan nilai kontrak Rp 3.383.974.000, Peningkatan Jalan Jaksa Agung - Aloon Aloon Utara dengan nilai kontrak Rp 1.558.944.000, Peningkatan Jalan Semanding - Tempuran dengan nilai kontrak Rp 4.700.000.000, Peningkatan Jalan Mlarak - Pulung dengan nilai kontrak Rp 7.819.649.000 dan Peningkatan Jalan Pulung – Pudak dengan nilai kontrak Rp 4.164.485.000
Menurut mantan penyelidik KPK tersebut, proyek peningkatan 9 jalan diatas, tergolong berhasil melancarkan program PEN. Hanya Satu yang realisasinya tidak mencapai 100 persen, yaitu pada proyek peningkatan Jalan Pulung – Pudak.
“Realisasi hanya mencapai 56,69 persen karena kontraktor kehabisan modal. Untuk 8 ruas jalan lainnya, pemanfaatannya tergolong optimal, sebab jalan yang dibangun merupakan jalan yang banyak dilalui sebagai jalur ekonomi serta aktifitas warga,” jelas pria yang pernah dijuluki “Raja OTT” tersebut.
Satgassus Pencegahan Tipikor Mabes POLRI yang dipimpin oleh Harun Al Rasyid (eks Raja OTT KPK), melakukan pemantauan sejumlah pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Untuk diketahui, penugasan khusus dari Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo kepada Satgassus untuk terus menggiatkan kegiatan pengawasan dan monev atas proyek-proyek yang dibiayai dari pinjaman PEN, dimaksudkan agar upaya pemulihan ekonomi nasional yang sempat terpuruk karena Covid 19 bisa segera pulih. Sehingga perekonomian masyarakat terus melaju cepat dan proyek-proyek yang ada bisa segera dimanfaatkan bila fisiknya telah diselesaikan.
Selain itu, manfaat lainnya, bisa menyerap tenaga-tenaga kerja lokal dan dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya, agar masyarakat ikut berpartisipasi dan mendapatkan penghasilan untuk menopang ekonomi mereka.
Namun demikian proyek-proyek ini harus tetap dilaksanakan secara proper dan tidak mengesampingkan mutu apalagi dilakukan dengan cara-cara KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).
Dalam melakukan aksi monitoring dan evaluasi sejumlah pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Satgassus Pencegahan Tipikor Mabes POLRI yang dipimpin oleh Harun Al Rasyid (eks Raja OTT KPK) bersama Andre Dedy Nainggolan (eks Penyidik KPK), Panji Prianggoro, Qurotul Aini Mahmudah, Adi Prasetyo dan Wahyu Ahmat.
Pemantauan dilakukan bersama dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI) yang dipimpin oleh Bpk Ery Artito, Ferryson Jaya Pasaribu, Muhammad Akbar, Garin R. Damarafi dan Fitria Minami.
Hadir dan mendampingi Tim Satgassus pada saat melakukan pengawasan dan monev selain Tim dari PT.SMI adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Kadis PU Jamus Kunto, PPK Shintawati, Agus Setyo Budi, Sayidati Muslihah, Danang, Eko, serta seluruh jajaran Pemda Kabupaten Ponorogo.
Untuk tiap ruas jalan yang dilakukan monev, turut hadir para kontraktor yang bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan diantaranya: CV. Dua Bersaudara, CV. Meliwis Putih, CV. Sidodadi Makmur, CV. Fajar Mulia dan CV. Gempoer Jagating Bahurekso.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
