
KURANGI SAMPAH ORGANIK: Budi Santoso (kiri) mengajak Taufik Boedy melihat rumah kompos Pasar Gedangan.
JawaPos.com – Setiap pasar di Sidoarjo pasti memiliki tempat pembuangan sementara (TPS). Tak terkecuali Pasar Gedangan. Sebuah hanggar sederhana di sudut timur bangunan terlihat dipenuhi sampah organik. Untuk menguranginya, Senin (3/4) rumah kompos diaktifkan di Pasar Gedangan.
Rumah kompos itu tidak luas. Hanya berukuran sekitar 1 x 4 meter. Namun, keberadaannya akan sangat membantu upaya reduksi sampah. Jika sisa sayuran dan buah-buahan dicacah serta diolah, separo hasil sampah di Pasar Gedangan setiap hari bakal berkurang. Untuk mencapai target tersebut, Timsos DLHK Sidoarjo yang diketuai Budi Santoso menyambangi TPS Pasar Gedangan.
Budi dan lima anggotanya langsung memilah gundukan sampah yang ngendon selama lebih dari dua hari itu. Hanya ada satu truk untuk pembuangan sampah. Jadi, kalau volume berlebih, sampah harus didiamkan dulu di TPS. ’’Sampah basah seperti ini berbau setelah dua hari. Karena itu, ayo langsung diolah,” ujar Budi.
Dia dan anggota timsos mencontohkan pemilahan sampah, penggunaan mesin pencacah, hingga pengomposan. Kurang lebih tiga jam, sampah terpilah. Seluruh sampah organik kemudian diproses dengan mesin pencacah atau thrasher compost. Kipas pencacahnya merajang sampah dengan halus.
Selanjutnya, cacahan dipindahkan ke hanggar rumah kompos dengan mekanisme open windrow. ’’Ada pembatas bambu berongga yang dibuat sebagai alas supaya bau busuk berkurang,” terang Siti Muslihah, salah seorang anggota timsos.
Setelah dicacah, sampah organik ternyata menyusut 20 persen. DLHK pun mendorong TPS Pasar Gedangan agar dikembangkan menjadi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Rencana tersebut mendapat respons positif dari pihak pengelola Pasar Gedangan. Pengawas Pasar Gedangan Taufik Boedy mengaku sudah melaksanakan kerja bakti di Pasar Gedangan setiap Kamis.
Selain itu, pihaknya segera memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar memulai pemilahan di kios masing-masing. ’’Ya biar tidak memberatkan pengambil sampah atau pemilahnya nanti,” katanya.
Saat sosialisasi, beberapa perwakilan pedagang menyaksikan dan mempraktikkan pencacahan sampah organik. Diharapkan, mereka menyadari bahwa penuntasan masalah sampah membutuhkan peran para pedagang. Taufik menargetkan Pasar Gedangan makin bersih dan tidak mengirim sampah yang terlalu banyak ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Agenda lingkungan di Pasar Gedangan akan makin digencarkan. Rencananya, Pasar Gedangan menjadi pasar percontohan di Sidoarjo. ’’Saya benar-benar berharap target Pasar Gedangan jadi contoh se-Kabupaten Sidoarjo bisa direalisasikan. Jadi, mari kita bergerak bersama-sama. Juli ini penilaiannya,” tutur Kepala UPT Pasar Gedangan Muchammad Choiri. (via/c18/dio/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
