
Kivlan Zein
JawaPos.com - Isu G 30 S PKI kembali digaungkan menjelang 30 September. Salah satu catatan sejarah yang selalu diingat adalah lagu Genjer-Genjer, dimana sebagian orang menilainya sangat dekat dengan partai komunis di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, lagu yang sempat dilarang pada zaman orde baru itu diciptakan oleh seniman M Arif asal Banyuwangi.
Sebelumnya, Mayjen TNI (purn) Kivlan Zein juga menyatakan Genjer-Genjer adalah lagu perang bagi PKI ketika menyerang.
Jika dilihat dari catatan sejarah, bagaimana sih awal mula lagu Genjer-Genjer tercipta?
Sejarawan Universitas Indonesia (UI ) Muhammad Wasith Albar mengungkapkan, lagu Genjer-Genjer aslinya bukan lagu perang, akan tetapi merupakan lagu pemberi semangat.
Lagu itu awalnya sebagai kreativitas kaum marhaen atau orang-orang proletart saat itu. “Jadi bukan lagu perang. Waktu itu sangat populer, lagu rakyat dari Banyuwangi,” ungkap Wasith kepada JawaPos.com, Sabtu (23/9).
Wasith memaparkan, sejatinya lagu itu menggambarkan kesusahan masyarakat. Saat itu pangan sedang sulit, hingga membuat tanaman genjer yang biasa dimakan bebek menjadi makanan masyarakat.
Awalnya, lanjut Genjer-genjer Syair itu dibuat dalam bahasa Using, bahasa khas Banyuwangi. Lagu ini dibuat pada 1943 karena terinspirasi oleh sulitnya kondisi zaman penjajahan Jepang.
Genjer dahulu menjadi makanan ternak, namun dimakan oleh rakyat karena mengalami masa sulit kala itu.
"Itu lagu untuk menyindir Jepang, karena kelaparan jadi makannya itu (genjer) untuk sebagai lauk. Penciptanya, M Arif yang saat itu direkrut jadi anggota Lekra,” jelas Wasith.
Menurut Wasith, pada 1960-an semua partai memiliki mesin kesenian. Sedangkan untuk PKI bernama Lekra.
"Namanya kesenian, apa pun bentuknya alat propaganda alat politik untuk mobilisasi massa yang paling murah. Kebetulan lagu itu populer makanya M Arif diminta gabung ke Lekra,” jelasnya.
Wasith menambahkan, belakangan dikatakan lagu itu dinyanyikan Gerwani saat di Lubang Buaya. Ketika itu, sejumlah jenderal dibunuh dalam peristiwa yang dikenal dengan G 30 S PKI.
Kebenaran soal itu belum bisa dipastikan. Namun kemudian beredar lirik lagu di mana genjer-genjer dipelesetkan dari 'genjer-genjer pating kelewer' menjadi "jenderal-jenderal pating kelewer'.
Tapi di syair aslinya, sebagai lagu rakyat Banyuwangi tak ada sama sekali lirik lagu yang mengarah ke PKI atau peristiwa politik tertentu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
