JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak warga menteladani Presiden RI pertama Soekarno, serta kejayaan kerajaan Majapahit. Keduanya merupakan sejarah besar bagi bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan Muhadjir saat menghadiri pesta rakyat di Alun-Alun Wilaraja Kota Mojokerto. Pesta rakyat yang digelar usai upacara itu mengusung tema kebudayaan. Yakni menyuguhkan tari kolosal Harisani Senthosa oleh 128 siswa-siswi dari SMP, SMA, SMK, serta sanggar seni se-Kota Mojokerto.
Muhadjir menyampaikan, momen yang berbahagia ini perlu dimaknai untuk melihat kembali sejarah besar Kota Mojokerto. Kota ini berdiri di situs sejarah pusat Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya di Nusantara. Muhadjir berharap Kota Mojokerto saat ini dapat mewarisi sejarah kejayaan Kerajaan Majapahit masa lalu itu.
Mantan Mendikbud itu juga mengingatkan bahwa Kota Mojokerto merupakan tempat masa kecil pendiri bangsa sekaligus presiden pertama Indonesia Soekarno saat mengenyam sekolah dasar. Keduanya perlu dilihat dan dijadikan sebagai sejarah kebesaran yang dapat memupuk semangat dalam membangun kota.
“Saya kira kedua sejarah besar itu dapat memberikan semangat untuk membangun kota yang berdikari dan mandiri,” kata Muhadjir.
Selain itu, Muhadjir menambahkan masyarakat dan pemerintah kota harus bisa memanfaatkan bonus demografi yang saat ini tengah dihadapi oleh Kota Mojokerto. Mengingat 70 persen dari jumlah penduduk kota itu merupakan penduduk dengan usia produktif. Menurutnya hal ini dapat menjadi modal untuk dapat lebih dulu menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 dibandingkan dengan daerah lainnya.
“Bonus demografi yang lebih dulu dirasakan oleh Kota Mojokerto harus bisa betul-betul dimanfaatkan. Sehingga dapat membawa daerah ini menjadi kota yang kuat, hebat, dan melesat,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ini pertama kali digelar di Alun-Alun Wilaraja. Hal ini dilakukan dalam rangka merayakan rampungnya renovasi alun-alun yang telah dibangun dengan nuansa Majapahit. Ia menerangkan bahwa pesta rakyat itu juga menyuguhkan 105 gerobak pedagang kaki lima (PKL) berisi tidak kurang dari 31.000 porsi makanan gratis yang berjejer di seputar alun-alun.
“Kami selenggarakan disini karena kami berbahagia dan berbangga hati Alun-Alun Kota Mojokerto telah berubah menjadi nuansa Majapahit yang kental untuk menyambut hari bersejarah ini,” ujar Ika.
Selepas mengikuti serangkaian pesta rakyat Hari Jadi Kota Mojokerto di Alun-Alun Wilaraja, Muhadjir langsung melakukan napak tilas jejak Presiden Sukarno semasa bersekolah di SD Negeri Purwotengah serta menelusuri sejarah Kerjaan Majapahit di Museum Trowulan, tidak jauh dari alun-alun.