Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2020 | 21.51 WIB

Jokowi Marah ke Para Menteri, Realisasi Perbaikan Kinerja Dinanti

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memarahi jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju dalam rapat paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6) menjadi sorotan publik. Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto menilai, sikap kemarahan Presiden Jokowi terhadap jajaran menteri diharapkan bukan hanya sekedar gimik, tapi juga butuh tindak lanjut perbaikan kinerja para menteri.

"Pernyataan Presiden tidak berhenti hanya sekadar 'gimmick' butuh tindak lanjut substansi pesannya yakni perbaikan kinerja para menteri," kata Gun Gun kepada JawaPos.com, Rabu (1/7).

Dosen pascasarjana Universitas Mercubuana ini menilai, kemarahan Presiden secara substansi merupakan hal wajar. Karena sebagai orang yang berada di puncak hierarki birokrasi pemerintah, punya hak untuk meminta tanggung jawab setiap menteri untuk meletakkan pananganan pandemi Covid-19 sebagai krisis.

"Manajemen krisis sudah selayaknya tidak didekati dengan cara biasa, melainkan extraordinary," ujar Gun Gun.

Gun Gun memandang, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dipertanyakan kinerjanya merupakan hal yang tepat. Karena, Presiden ingin memastikan agar kinerja jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju lebih efektif.

"Kalau konteks tentu saja pesan itu diharapkan membangun persepsi positif di publik, terutama menjadi panggung depan (front stage) narasi keseriusan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi. Sebutlah ini menjadi manajemen kehormatan Jokowi dalam menjaga citra dan reputasinya sebagai presiden yang memerintah," ungkap Gun Gun.

Kendati demikian, Gun Gun menyebut Jokowi mempunyai hak untuk melakukan reshuffle kapan pun waktunya. Terutama saat para menterinya tidak menunjukan kinerja yang bagus dalam menunjang kinerja kabinetnya.

"Hanya saja, jangan sampai ini hanya sekadar menjadi drama panggung depan. Marahnya Jokowi mesti diikuti dengan indikator penilaian kinerja para menteri dan diselaraskan dengan matriks kebutuhan pemerintah Jokowi periode kedua, terutama sekali dalam rangka mengatasi problem multidimensi akibat pandemi," tandasnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi marah kepada jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, karena dinilai tidak maksimal menangani persoalan pandemi virus Korona atau Covid-19. Ungkapan itu disampaikan dalam rapat paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyoroti soal penyerapan anggaran di Kementerian Kesehatan. Jokowi menyebut, anggaran Kementerian Kesehatan sebesar Rp 75 triliun, namun yang baru dicairkan 1,53 persen. Jokowi memandang, anggaran yang dibelanjakan Kementerian akan membuat uang beredar di masyarakat semakin banyak dan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat.

Selain bidang kesehatan, Jokowi juga menyinggung penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang belum maksimal 100 persen. Dia meminta para Menteri bekerja lebih keras untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro. Mereka menunggu semuanya. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, nggak ada artinya," imbuh Jokowi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ZvsHXSU0Aao

https://www.youtube.com/watch?v=DndD4lf17QY

https://www.youtube.com/watch?v=-fdIPhNVVzo

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore