Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 April 2022 | 15.16 WIB

G20 Siapkan Arsitektur Keuangan Global, Harga Komoditas jadi Tantangan

Foto bersama usai gala dinner ramah tamah dengan delegasi G20 dan organisasi-organisasi internasional dalam rangkaian Pertemuan Pertama Trade, Investment, and Industry Working Group  (TIIWG) G20 di de Tjolomadoe, Karanganyar, Selasa (29/3). - Image

Foto bersama usai gala dinner ramah tamah dengan delegasi G20 dan organisasi-organisasi internasional dalam rangkaian Pertemuan Pertama Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 di de Tjolomadoe, Karanganyar, Selasa (29/3).

JawaPos.com - Indonesia mengambil peran dalam pemulihan ekonomi global. Hal itu dilakukan dalam presidensi G20 di jalur keuangan. Fokusnya, memperkuat arsitektur keuangan global dan transformasi infrastruktur sebagai kunci utama pemulihan.

Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (PDPPI) Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso mengatakan, agenda memperkukuh arsitektur keuangan punya hambatan besar pada awal tahun. Bukan hanya pandemi, pergolakan geopolitik serta peningkatan harga komoditas juga membuat pemangku kepentingan susah memulai strategi.

"Pemulihan ekonomi global seharusnya merata. Namun, tantangan itu membuat upaya menjadi sulit," katanya Rabu (30/3).

Dalam 2nd Infrastructure Working Group (IWG), upaya bersama untuk menyelaraskan belanja infrastruktur sangat penting. Hal itu dilakukan untuk memastikan prioritas investasi yang bisa menghasilkan ekonomi tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Presidensi Indonesia pun mendorong pemerataan tersebut.

"Tugas kami adalah menjembatani negara maju dan berkembang agar memberikan hasil nyata bagi seluruh negara anggota," ujarnya.

Direktur Pinjaman dan Hibah Kementerian Keuangan Syurkani Ishak Kasim menambahkan, Indonesia bersama seluruh anggota G20 berkomitmen membantu formulasi skema yang fokus pemulihan ekonomi di negara berpendapatan rendah dan rentan. Pihaknya sudah membicarakan hal tersebut pada pertemuan International Financial Architecture Working Group.

"Prinsip tersebut melandasi tujuan dari upaya perancangan skema arsitektur keuangan global yang lebih resilient," jelasnya.

Saat ini anggota G20 berkomitmen mendukung negara rentan yang terdampak pandemi. Misalnya, penyaluran dana USD 100 miliar melalui hak penarikan khusus (special drawing rights/SDR) IMF yang didiskusikan tahun ini. Pada pertemuan Februari lalu, negara-negara dengan kemampuan berlebih telah berjanji menyediakan dana USD 60 miliar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore