
Pejalan kaki melintas di Terowongan Kendal, Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (26/10/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari hingga 8 November 2020. Keputusan tersebut di
JawaPos.com - Angka kasus Covid-19 di Indonesia diklaim menurun seiring dengan jumlah tes yang mencapai dua kali lipat dari target 30 ribu tes sehari. Namun, angka kasus cenderung bertahan di angka 4 ribu hingga 6 ribu kasus. Padahal kondisi sebaliknya terjadi di dunia saat ini di mana lonjakan kasus baru terjadi lagi.
Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, keseriusan ditunjukkan oleh pemerintah dalam meningkatkan angka testing nasional. Ini tercermin pada angka testing yang kembali menyentuh standar ideal global di minggu kedua bulan Maret sampai dengan saat ini. Sehingga dapat disimpulkan, meski akan ada tantangan untuk tetap konsisten menerapkan testing di atas standar terdapat upaya yang kontinyu untuk tidak membiarkan adanya penurunan jumlah testing dari satu minggu ke minggu berikutnya.
"Secara ideal untuk menggambarkan laju penularan di masyarakat dengan valid, testing yang dilakukan juga harus memadai yaitu mengikuti standar WHO yaitu 1 banding 1000 orang atau 267.000 orang Indonesia per Minggunya," kata Prof Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/4).
Baca Juga: Kasus Covid-19 Tambah 6.142 Orang, DKI Jakarta Sumbang Kasus Terbanyak
Terkait dengan itu, kata dia, grafik juga menunjukkan bahwa dengan angka testing yang cukup baik pada akhir-akhir ini, jumlah kasus yang terdeteksi positif nyatanya menurun. Artinya penularan Covid-19 di tengah masyarakat yang saat ini cukup rendah disebabkan oleh menurunnya laju penularan dan bukan karena upaya penjaringan kasusnya yang rendah.
"Ini adalah sebuah kabar baik yang harus disikapi dengan bijaksana di tengah badai peningkatan kasus yang terjadi di dunia, Indonesia malah mampu bertahan selama 2 bulan terakhir dengan jumlah kasus yang tidak meningkat," tegasnya.
Namun, Prof Wiku mengingatkan masyarakat Indonesia masih harus melewati 2 rintangan dalam waktu dekat yaitu liburan Paskah dan Idul Fitri. Satu-satunya cara untuk sukses melewati rintangan ini adalah kemampuan kita mengendalikan diri untuk tidak bepergian dan berkumpul meski hal tersebut merupakan tradisi sebagai orang Indonesia.
"Ungat untuk dapat mencapai titik ini tidak sedikit nyawa yang berguguran, waktu yang termakan, serta harta yang dihabiskan. oleh karena itu mari kita jaga hasil kerja keras kita ini dengan tidak terlena, malah sebaliknya menguatkan tekad kita bersama untuk lebih disiplin menjalankan prokes 3M maupun upaya 3T dan vaksinasi semaksimal mungkin," tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=h4dfUX29MQ0

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
