
Adegan dalam The Strangers - Chapter 3. (Istimewa)
JawaPos.com - Tidak sedikit film dengan format trilogi yang berakhir mengecewakan. The Strangers - Chapter 3 adalah contoh terbarunya.
Mengadaptasi dari film berjudul The Strangers yang rilis pada 2008 lalu, trilogi The Strangers - Chapter 1- Chapter 3 merupakan versi reboot yang disutradarai oleh Renny Harlin. Film pertama rilis pada 2024, diikuti film keduanya yang rilis setahun kemudian. The Strangers - Chapter 3 merupakan penutup dari saga ini.
Sayang, sebagai film pamungkas, The Strangers - Chapter 3 rupanya gagal menjadi tontonan yang memenuhi ekspektasi.
Film ini dimulai tepat dari selesainya The Strangers - Chapter 2, di mana Maya (Madelaine Petsch) melarikan diri ke hutan setelah membunuh Pin-up Girl, salah satu dari tiga penjahat misterius bertopeng yang memburunya sejak film pertama.
Sialnya, bisa ditebak, Maya kembali ditangkap oleh dua pembunuh tersisa,yakni Scarecrow dan Dollface.
Bukannya dibunuh, Maya justru dikaderisasi oleh kedua bandit itu untuk menjadi pembunuh seperti mereka. Topeng Pin-up Girl yang sudah dibunuh pun diberikan kepada Maya sebagai pewaris kekejamannya.
Di sisi lain, kakak Maya yang bernama Debbie (Rachel Shenton) datang ke Kota Venus, Oregon untuk mencari keberadaan Maya yang menghilang. Ia pun meminta bantuan petugas kepolisian setempat bernama Sheriff Rotter untuk membantunya, tanpa mengetahui bahwa sang polisi punya hubungan dengan para pembunuh yang menyandera Maya.
Berdurasi 91 menit, sulit untuk tidak mengakui bahwa The Strangers - Chapter 3 adalah film yang begitu menjemukan. Alih-alih menghadirkan plot yang menarik, sutradara Renny Harlin lebih memilih mengeksploitasi adegan-adegan sadis dengan bumbu jump scare kacangan yang begitu bisa diterka kemunculannya.
Belum sampai pertengahan film, penonton sudah bisa menyimpulkan bahwa film ini mungkin lahir dari sisa-sisa ide yang sudah habis namun masih diperas sedemikian rupa.
Akibatnya, banyak bagian dari film ini yang sulit untuk dinalar dan diterima akal sehat, bahkan untuk standar film sekalipun. Di titik tertentu, logika tidak masuk akal dalam film ini juga mendatangkan rasa dongkol di hati, setidaknya dari pengalaman pribadi.
Kondisi ini mungkin akan jadi lebih buruk jika yang menonton film ini sama sekali tidak mengikuti dua film terdahulu.
Kualitas akting para lakon di dalamnya pun tidak bisa dibilang apik. Hal ini berdampak pada hambarnya rasa adegan-adegan sadis yang mestinya jadi kekuatan utama film ini.
Secara keseluruhan, The Strangers - Chapter 3 bukanlah sebuah karya yang wajib Anda masukkan ke dalam daftar tonton.
Plot yang begitu berantakan dan para karakter di dalamnya yang begitu mudah untuk dilupakan rasanya sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa film ini adalah sebuah bab penghabisan yang bukan hanya mengecewakan, tapi juga menyebalkan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
