
Foto lonceng hiasan untuk hari natal (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Hari Raya Natal telah dirayakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia selama berabad-abad. Jangka waktu yang panjang ini telah menghasilkan tradisi perayaan yang sangat kaya dan tersebar di berbagai penjuru bumi.
Seiring dengan penyebaran agama Kristen, terjadi proses asimilasi dan akulturasi budaya. Dampaknya, perayaan Natal dilaksanakan dengan cara yang berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain.
Bahkan, perbedaan ini merambah hingga ke musik. Ada lagu-lagu daerah yang pada mulanya tidak diciptakan untuk Natal, tetapi karena karakteristik melodinya atau nuansa yang diusung selaras dengan semangat perayaan, lagu-lagu tersebut dengan mudah menjadi lagu khas dalam tradisi Natal di wilayah tertentu.
Sejarah 'Carol of the Bells'
Dilansir dari Rice University News and Media Relations, lagu ini sebenarnya ditulis oleh komposer asal Ukraina pada tahun 1916 yang bernama Mykola Leontovich.
Lagu ini pada awalnya berjudul 'Shchedryk' (arti berlimpah) dan menceritakan kisah seekor burung layang-layang yang terbang ke sebuah rumah untuk mengabarkan tahun penuh kesejahteraan kepada keluarga.
Burung layang-layang biasanya menjadi simbol kedatangannya musim semi di Ukraina sebelum agama Kristiani sampai disana.
Pada lirik aslinya, burung layang-layang memanggil pemilik rumah untuk mengabarkan kekayaan yang akan dimiliki olehnya, seperti hewan ternak, uang dan istri yang cantik.
Dilansir dari Ukrainer, lagu 'Shchedryk' juga menjadi lagu ritual yang dinyanyikan setiap Bulan Maret, ketika para burung layang kembali dari migrasinya.
Lagu ini juga masuk dalam kelompok kategori lagu tahun baru di Ukraina, dan sering dipertunjukkan sebelum agama Kristen memasuki Ukraina. Pada saat itu, masyarakat Ukraina merayakan tahun baru pada Bulan Maret pula.
Dilansir dari Classic FM, pada tahun 1936, Peter Wilhousky menuliskan lirik berbahasa Inggrisnya yang dapat kita kenali sekarang dan menjadi lagu khas Hari Raya Natal.
Mykola Leontovich (1877-1921)
Dilansir dari Ukrainian Live, komposer kita ini lahir di Monastyrok pada 13 Desember 1877. Ayahnya adalah seorang pendeta yang sangat mahir bermain cello, biola dan gitar. Darinya Mykola mendapatkan pelajaran musik pertamanya.
Pada tahun 1892 hingga 1899, Mykola bersekolah di Seminar Teologi di Kamianets-Podilsky, dimana ia juga mempelajari musik khas Ukraina dan mencoba menciptakan aransemen paduan suara pertamanya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
