Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 04.15 WIB

Dibintangi Bhisma Mulia dan Maizura, Film Menuju Pelaminan Kolaborasi Lintas Negara

Film Menuju Pelaminan. (Istimewa) - Image

Film Menuju Pelaminan. (Istimewa)

JawaPos.com-- Film Menuju Pelaminan digarap oleh sienas Indonesia melalui kolaborasi lintas negara antara PFN, Rekam Films, dan Little Green White dan One Light Holdings dari Singapura. 

Kolaborasi lintas negara ini sengaja dilakukan untuk tujuan menghadirkan menghadirkan film Indonesia dengan kualitas produksi global. Film Menuju Pelaminan yang dibintangi oleh Bhisma Mulia dan Maizura, direncanakan akan tayang di seluruh bioskop Tanah Air mulai 16 Oktober 2025.

"Kisah cinta lintas budaya ini adalah sesuatu yang universal. Siapa pun bisa relate, entah sebagai anak, pasangan, atau bagian dari keluarga besar," kata Yuda Kurniawan selaku sutradara film Menuju Pelaminan, dalam keterangannya.

Film Menuju Pelaminan menghadirkan latar budaya Jogjakarta hingga Padang. Dijanjikan akan memperlihatkan keindahan budaya Indonesia yang jarang terlihat di layar lebar. Film bergenre drama komedi romantis ini menampilkan kisah cinta yang manis namun diwarnai ketegangan.

Film Menuju Pelaminan menceritakan tentang Fajar (Bhisma Mulia) dan Rahma (Maizura), pasangan yang siap untuk mengikat janji suci pernikahan. Namun, cinta mereka bukan sekadar soal dua hati, tapi juga tentang dua budaya dari keluarga besar yang sama sekali berbeda. 

Fajar berasal dari keluarga Jawa, Rahma tumbuh dalam tradisi Minangkabau. Perbedaan ini yang semula dianggap bisa dipersatukan lewat cinta, justru memicu gesekan antar keluarga ketika persiapan pemikahan dimulai.

Situasi jadi semakin pelik saat sang kakek bersikeras mau ikut hadir ke acara akad nikah. Demi memenuhi keinginan tersebut, keluarga Fajar akhirnya melakukan perjalanan darat sepanjang 1.859 kilometer dari Jogja menuju Padang dengan menggunakan mobil tua. 

Apa yang awalnya direncanakan sebagai perjalanan dua hari pun berubah menjadi road trip empat hari yang penuh drama. Muncul pertengkaran, konflik, hingga momen-momen kebersamaan yang mengharukan.

Di balik perjalanan tersebut, film ini menghadirkan pertanyaan sederhana namun mendalam: apakah cinta benar-benar cukup untuk membawa mereka sampai ke pelaminan?

Lebih dari sekadar cerita cinta, film Menuju Pelaminan menjadi medium untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia. Penonton bakal diajak untuk melihat secara langsung adat pernikahan Jawa dan Minang, lengkap dengan detail arsitektur tradisional, hingga lanskap indah dari dua kota budaya yaitu Jogjakarta dan Padang Pariaman.

Yang membuat film ini semakin istimewa adalah penggunaan virtual production by V2 Indonesia, sebuah teknologi sinema modern yang masih jarang digunakan untuk genre komedi romantis. 

Dengan teknik ini, pengalaman menonton bakal terasa lebih imersif, menyatukan realitas dan imajinasi ke dalam satu layar.

"Menuju Pelaminan bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang perjalanan lintas budaya yang menggambarkan dinamika keluarga Indonesia. Visual Jogjakarta dan Padang kami pilih untuk memperkuat cerita sekaligus mengangkat potensi pariwisata di sana," tutur Dirana Sofiah selaku produser Film Menuju Pelaminan.

Selain Bhisma Mulia dan Maizura, film Menuju Pelaminan juga diperkuat sejumlah pemain dengan nama besar untuk memberikan warna dalam menghadirkan dinamika keluarga yang hangat, seru, dan penuh humor.

Mereka adalah Cut Mini, Derry Oktami, Whani Darmawan, Brilliana Arfira, Bambang Ghundul, Dyah Mulani, Susilo Nugroho, M.N. Qomarrudin, dan Joanna Dyah. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore