
King Bagus (kanan), produser film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa bersama CEO Mars Media, Koni. (Abdul Rahman/Jawapos)
JawaPos.com - Film 'Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa' mencetak sejarah baru dalam dunia perfilman Indonesia. Ia menjadi film pahlawan pertama di Tanah Air yang sepenuhnya diproduksi dengan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Menariknya, film dengan kurang lebih 5.000 adegan ini hanya menghabiskan bajet sangat kecil sekitar Rp 200 juta. Produksi ini jauh lebih murah dibandingkan dengan produksi film secara konvensional.
"Film biasanya menelan bajet besar, tapi kami membuat film ini hanya dengan biaya Rp 200 juta," kata King Bagus selaku produser film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, Kamis (14/8).
Dia mengatakan, teknologi AI memungkinkan siapapun untuk berkarya mengandalkan kreativitas. Apa yang dulu tidak bisa dilakukan karena keterbatasan biaya dalam berkarya, saat ini menjadi sangat mungkin untuk dilakukan.
"Sekarang biaya bukan yang paling penting karena biaya bisa ditekan dengan memanfaatkan teknologi," ungkapnya.
Proses produksi film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa bisa menjadi studi kasus menarik bagaimana teknologi AI dapat mengubah cara pembuatan film secara fundamental. Alih-alih menggunakan aktor dan set konvensional, tim produksi memanfaatkan kecerdasan buatan untuk merekonstruksi perjuangan Pangeran Diponegoro yang gigih melawan Belanda selama Perang Jawa (1825–1830) .
Teknologi ini memungkinkan mereka untuk menciptakan kembali suasana kota, medan perang, hingga karakter tokoh dengan tingkat detail yang sangat tinggi, memadukan riset sejarah mendalam dengan kekuatan sinema modern.
Proses produksi yang cepat dan efisien dimungkinkan berkat algoritma AI yang mampu menghasilkan visual realistis dari data historis. Hasilnya menjadi sebuah film yang tidak hanya menghibur, tapi juga memberikan pengalaman edukasi yang menarik tentang salah satu periode paling penting dalam sejarah Indonesia.
Meski film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa cukup bagus dan relevan dengan momen perjuangan kemerdekaan perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus, film ini tidak bisa tayang di bioskop. Pasalnya, bioskop tidak dapat menerima film yang menggunakan teknologi AI untuk mengantisipasi supaya produksi film secara konvensional yang menggunakan manusia tidak tergerus. Film ini tayang melalui platform usky.ai.
"Anda bisa cek belum ada platform yang memutar film-film AI, dan ini platform pertama di dunia," kata CEO Mars Media, Koni.
Film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa melakukan pemutaran perdana pada Kamis (14/8) di Cinepolis Senayan Park, Jakarta. Film ini ditonton oleh lebih dari 1000 orang dalam sejumlah sesi kemarin.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
