
Karakter animasi Merah Putih One For All diduga hasil curian dari desainer luar negeri (Instagram @vektorkades)
JawaPos.com - Kreator seniman 3D asal Pakistan bernama Junaid Miran membuat pernyataan mengejutkan bahwa karakter utama yang digunakan dalam film Merah Putih One for All memakai karakter karyanya tanpa izin. Pernyataan tersebut diungkapkan Junaid Miran pada kolom komentar dalam unggahannya di kanal YouTube.
Dia bahkan mengaku, tim produksi film Merah Putih One for All tidak minta izin atau memberi tahu dirinya bahwa karakter buatannya akan dipakai. Terkait hal tersebut, Endiarto selaku sutradara film animasi Merah Putih One for All memberikan pernyataan tegas. Dia membantah telah mencuri aset milik kreator bernama Junaid Miran atau dari kreator-kreator lainnya.
"Kalau karakternya mencuri dan lain sebagainya, itu terlalu radikal bahasanya. Tidak ada yang mencuri di sini," kata Endiarto kepada JawaPos.com, Selasa (12/8).
Dia memastikan tidak ada pencurian karakter sebagaimana muncul dalam perbincangan di media sosial. Dia bisa menjamin hal tersebut karena dia tahu persis seperti apa proses pembentukan karakter sejak awal untuk film animasi Merah Putih One for All.
"Siapa yang menciptakan karakter ini? Jelas saya yang menciptakan. Karena saya punya ide, merancang naskah ceritanya, penokohannya seperti apa, berapa anak, lokasinya seperti apa, semua dari saya," ungkap Endiarto.
Jika ada kemiripan karakter, dia mengaku hal itu biasa terjadi. Pasalnya, aset digital memang diperjualbelikan secara legal dan bukan bagian dari aksi pencurian karya sebagaimana santer beredar di media sosial.
"Kalau itu karakter dari platform yang lain, saya mau kasih analogi. Film Hollywood berapapun biayanya yang gede, dia tetap memakai karya-karya dari platform digital. Itu film Hollywood yang di sana yang sudah gede, masih tetap menggunakan bentuk-bentuk karakter untuk mendukung filmnya," jelasnya.
"Bahkan bukan hanya film animasi, film real pun Hollywood masih pakai aset digital. Itu legal, resmi. Itu platform yang dibeli memang khusus dia jualan,"tuturnya.
Jika menggunakan aset digital yang bisa dibeli secara legal kemudian disebut bukan karya anak bangsa, Endiarto sangat keberatan. Karena baginya, sebuah film disebut karya anak bangsa atau bukan, berdasarkan penilaian secara keseluruhan pada filmnya.
"Yang dimaksud karya anak bangsa Indonesia adalah film secara keseluruhan. Dari ide, judul, penggarapan, distribusinya. Ini karya kami semua murni dari gotong royong. Sangat miris dan kami prihatin dengan tuduhan negatif. Padahal, kami dari awal niat mau sumbangsih untuk Perayaan Kemerdekaan ke- 80 tahun ini," katanya.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
