Film Romeo+Juliet. (IMDb)
JawaPos.com – Film Romeo + Juliet yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio sebagai Romeo dan Claire Danes sebagai Juliet dirilis pada tahun 1996 dan merupakan salah satu adaptasi paling mencolok dari karya William Shakespeare.
Meskipun mempertahankan sebagian besar dialog asli, film ini mengubah banyak elemen penting untuk menyesuaikan dengan latar modern.
Dari desain visual hingga peran karakter, berbagai penyesuaian memberikan nuansa kontemporer tanpa menghilangkan esensi kisah tragis cinta dua insan muda.
Berikut adalah 10 perbedaan dalam penggambaran film ‘Romeo and Juliet’ dengan karya asli William Shakespeare, seperti dilansir dari laman Screen Rant pada Minggu (13/7).
Dalam drama aslinya, latar berlangsung pada abad ke-14 atau ke-15 di Verona, Italia. Film Luhrmann memindahkan setting ke kota fiktif Verona Beach, yang mencerminkan Amerika tahun 1990-an.
Elemen modern seperti mobil, senjata api, dan teknologi diperkenalkan untuk menggantikan lingkungan klasik. Transformasi ini memberi film kesan urban kontemporer sambil tetap mempertahankan kisah inti cinta tragis.
Bahasa Shakespeare dipertahankan dalam film meskipun berada dalam konteks yang sangat modern. Para tokoh tetap menyebut senjata api mereka sebagai “pedang” meskipun wujudnya pistol.
Beberapa dialog dipotong agar sesuai durasi film dan lebih mengalir di layar lebar. Pastor Laurence adalah satu-satunya tokoh yang masih berbicara dalam pentameter iambik sebagaimana naskah aslinya.
Alih-alih dua keluarga bangsawan yang berperang, film menggambarkan Montague dan Capulet sebagai dua sindikat bisnis mafia. Mereka berpura-pura sebagai perusahaan sah, namun terlibat konflik berdarah.
Hal ini mengubah motivasi dan dinamika cerita, memberi warna baru pada permusuhan klasik. Film tetap menunjukkan betapa perseteruan membawa kehancuran bagi generasi muda.
Prolog yang biasanya dibacakan oleh narator digantikan oleh pembawa berita di televisi. TV juga digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi penting seperti undangan pesta.
Penyesuaian ini memanfaatkan unsur modern untuk menyampaikan informasi naratif secara sinematik. Media menjadi penyambung informasi yang relevan dalam dunia visual era modern.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
