
Chicco Jerikho dan Ariel Tatum saat kunjungan ke redaksi Jawa Pos di Surabaya, Jumat (2/5). (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gebrakan baru bertema sejarah kembali menghidupkan dunia perfilman Tanah Air. Film Perang Kota merupakan hasil kolaborasi Starvision, Kaninga Pictures, dan Cinesurya, resmi tayang di bioskop mulai 30 April 2025.
Film itu diadaptasi dari novel legendaris Jalan Tak Ada Ujung karya sastrawan besar tanah air Mochtar Lubis. Mengusung latar revolusi fisik Indonesia periode 1945–1950, Perang Kota menghadirkan suasana mencekam di tengah agresi militer Belanda I dan II.
Diperkuat jajaran aktor seperti Chicco Jerikho, Ariel Tatum, dan Jerome Kurnia, film ini menyuguhkan adegan-adegan intens. Misalnya, mulai dari razia tentara, penangkapan, hingga pembakaran sangat lekat diusung dalam film ini. Nuansanya mengingatkan pada peristiwa legendaris Bandung Lautan Api.
“Nuansa vintage zaman pascakemerdekaan terasa banget di film ini. Ditambah kisah cinta segitiga yang seru, jadi bukan cuma soal sejarah, tapi juga ada romantisnya yang bikin deg-degan,” ujar sutradara sekaligus penulis skenario Mouly Surya saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos, Jumat (2/5).
Meski berlatar Batavia sebagai nama Jakarta sebelum kemerdekaan, lokasi syutingnya tersebar di sejumlah kota bersejarah. Mulai kawasan Pabean Cantikan di Surabaya, hingga Semarang, Ambarawa, dan Yogyakarta. Semuanya turut menghidupkan atmosfer era pascakolonial dalam aksi sinematografi besutan khas Mouly Surya.
Hasilnya, pengadeganan film ini bukan tergolong hal yang bisa dikatakan mudah. Terdapat tantangan tersendiri bagi Ariel Tatum yang memerankan karakter Fatimah. Kepada Jawa Pos, ia mengaku harus melakukan riset mendalam untuk memahami sosok perempuan di era 1940-an. “Menyelami peran Fatimah sangat menantang karena dia adalah representasi perempuan pascakemerdekaan,” tutur Ariel.
Senada dengan itu, Chicco Jerikho juga mengungkapkan kompleksitas karakter Isa yang ia perankan. “Kisahnya lumayan menantang. Isa di film ini memiliki spektrum yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang ada di bukunya,” ungkap Chicco. (had)
