
Denzel Washington dalam film The Equalizer 3. (Istimewa)
JawaPos.com - Aktor gaek Denzel Washington kembali melakoni peran sebagai Robert McCall untuk menyempurnakan trilogi The Equalizer lewat The Equalizer 3. Kembalinya Denzel Washington di film ini boleh dibilang merupakan hal yang unik karena ini adalah pertama kalinya aktor tersebut bersedia tampil dalam serial berformat trilogi.
Disutradarai Antoine Fuqua, The Equalizer 3 yang juga dibintangi oleh Dakota Fanning, David Denman dan Sofia Ammar ini memang menyuguhkan aksi yang seru dan memukau.
Sayangnya, secara jalan cerita, The Equalizer 3 harus diakui sangat dangkal. Ada kesan bahwa Antoine Fuqua seperti ingin terburu-buru menyelesaikan trilogi garapannya ini dengan cepat dan sederhana.
The Equalizer 3 langsung dibuka dengan adegan Robert McCall berduel dan membabat habis seorang bos mafia beserta para begundalnya dengan sangat sadis di markas besar mereka di Sisilia, Italia. McCall sendiri datang ke tempat tersebut untuk melakoni sebuah misi misterius.
Terluka parah dalam prosesnya, McCall lalu diselamatkan oleh seorang dokter tua di kota kecil Altamonte.
Sembari menunggu dirinya pulih, McCall pun mau tidak mau harus menetap di kota tersebut dan mulai akrab dengan orang-orang di dalamnya.
Belakangan, McCall mengetahui bahwa Altamonte berada di bawah cengkeraman kelompok mafia pimpinan Vincent Quaranta dan adiknya, Marco Quaranta.
Kakak beradik penjahat tersebut rupanya juga punya hubungan dengan kelompok mafia di Sisilia yang dibantai oleh McCall di awal film.
Dibantu oleh seorang agen CIA bernama Emma Collins (Dakota Fanning), McCall pun mulai bergerak memberantas para mafia tersebut untuk menyelamatkan para warga Altamonte.
Sebagai nomor puncak dari sebuah trilogi, Denzel Washington betul-betul dibuat menjadi sesosok vigilante tanpa cela di The Equalizer 3 lewat aksi bela dirinya yang beringas dan brutal. Di titik tertentu, timbul kesan bahwa Robert McCall adalah sosok yang kelewat jago, bahkan melebihi sosok superhero Batman.
Kehebatan McCall yang kelewatan ini akhirnya membuat konflik-konflik yang ada dengan para sosok antagonisnya selesai begitu cepat.
Walau adegan-adegan McCall dalam membantai para penjahat memang menimbulkan kepuasan sendiri, pada akhirnya tidak ada hal spesial dalam seluruh adegan yang ditampilkan.
Sutradara Antoine Fuqua juga kurang membuat chemistry antara McCall dan para penduduk Altamonte lainnya terbangun dengan baik sehingga penonton tidak bisa merasakan kehangatan dan kedekatan para tokoh di dalamnya.
Terlepas dari kekurangan yang ada, secara keseluruhan The Equalizer 3 tetap sebuah film action yang layak disaksikan, khususnya buat Anda yang sudah mengikuti dua prekuel sebelumnya. Hanya saja, jangan berharap ini bakal menjadi pamungkas trilogi yang bergigi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
