
Oppenheimer dan Einstein pertama kali bertemu pada 1932, ketika Einstein datang mengunjungi Institut Teknologi California.
JawaPos.com–Film biografi sejarah, Oppenheimer yang disutradarai dan diproduseri Christopher Nolan kini menjadi topik hangat yang diperbincangkan pengamat film maupun penggemar sejarah.
Film berdurasi 180 menit itu banyak menampilkan tokoh yang dianggap memiliki peran penting dalam kehidupan nyata Julius Robert Oppenheimer. Seperti Kitty Oppenheimer, David Hill, Lewis Strauss, Jean Tatlock, Leslie Groves, Kenneth Nicols, Edward Teller, dan masih banyak lainnya.
Namun kemunculan tokoh yang disebut-sebut paling menonjol serta turut memegang peran penting dalam film tersebut adalah Albert Einstein. Bagi penggemar film sejarah yang sudah menonton film Oppenheimer, pasti tidak akan melupakan adegan Oppenheimer menghampiri Einstein yang tengah berdiri di tepi danau.
Oppenheimer mengambil topi fisikawan teoritis asal Jerman yang terkenal dengan teori relativitas itu dan mulai membuka obrolan. Salah satu dialog ikonik antara mereka berdua dalam adegan tepi danau tersebut adalah ketika mereka sepakat tentang kesamaan yang dimiliki yaitu ketertarikan mereka terhadap ilmu yang merupakan penghinaan terhadap matematika.
Adegan yang menampilkan tokoh Einstein dalam film tersebut bisa dibilang cukup banyak. Sehingga, menimbulkan pertanyaan di benak penonton sebenarnya seperti apakah hubungan antara Oppenheimer dengan Einstein di dunia nyata.
Seperti yang ditunjukkan film tersebut, Oppenheimer dan Einstein memang mengenal satu sama lain dalam kehidupan nyata. ”Kami adalah kolega dekat dan semacam teman,” ujar Oppenheimer menurut American Prometheus yang dikutip dari Majalah MovieMaker.
Dilansir dari Majalah Radio Times, Oppenheimer dan Einstein pertama kali bertemu selama perjalanan keliling dunia Einstein pada 1932. Perjumpaan pertama mereka saat Einstein mengunjungi kampus CalTech (Institut Teknologi California), tempat di mana saat itu Oppenheimer mengajar dan meneliti.
Pada 1933, saat melakukan tur ke Amerika Serikat, Einstein menyadari kebangkitan Adolf Hitler membuat dia tidak mungkin kembali ke rumahnya di Jerman. Einstein menerima tawaran posisi sebagai dosen tetap di Institute for Advanced Study Princeton, pusat penelitian teoretis, pada Oktober 1933.
Institute for Advanced Study Princeton disebut-sebut juga menjadi tempat perlindungan bagi para ilmuwan yang melarikan diri dari Nazi Jerman. Setelah itu Einstein pindah ke rumahnya di 112 Mercer St.
Begitu dunia mengetahui Oppenheimer memimpin Proyek Manhattan, departemen sains di seluruh negeri menjadi sangat berkeinginan untuk merekrutnya. Namun, dia akhirnya memilih Princeton setelah salah satu pengawasnya, seorang pengusaha bernama Lewis Strauss, bertemu dengannya pada akhir 1946 untuk menawarkan jabatan direktur di Institute for Advanced Study.
Oppenheimer pun menerima tawaran tersebut dan pindah bersama keluarganya ke Olden Manor, sebuah rumah cantik bergaya New England sekitar setengah mil dari rumah Einstein. Oppenheimer, berusaha menghibur Einstein secara sosial. Mereka saling mengunjungi rumah dan pada hari ulang tahun Einstein, Oppenheimer pernah diam-diam memasang antena radio di rumah Einstein.
Kejutan itu benar-benar menyentuh hati Einstein, yang suka mendengarkan konser klasik tetapi sebelumnya tidak bisa mendapatkan siaran dari Carnegie Hall. Ketika Oppenheimer dipanggil ke sidang keamanan pemerintah pada 1954 atas tuduhan simpati komunis, Einstein sangat marah.
”Masalah dengan Oppenheimer adalah dia mencintai seorang perempuan yang tidak mencintainya, Pemerintah Amerika Serikat,” kata Einstein yang dikutip dari situs sfgate.com.
Tepat satu dekade setelah kematian Einstein, Oppenheimer memberikan seminar kenangan (memorial lecture) di kantor pusat UNESCO. Dalam kesempatan itu, dia memperjelas pandangannya tentang Einstein.
”Meskipun saya mengenal Einstein selama dua atau tiga dekade, hanya dalam dekade terakhir hidupnya kami menjadi rekan dekat dan berteman,” ujar dia saat memulai pidato yang dikutip dari Majalah Radio Times.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
