
Rumah produksi Falcon Pictures menghadirkan sutradara sekaligus produser Film Miracle In Cell No 7 Lee Hwan-kyung dan Kim Min-ki. Versi Indonesia film ini disutradarai Hanung Bramantyo. Abdul Rahman/JawaPos.com
JawaPos.com - Film Miracle In Cell No 7 masih menjadi andalan bagi bioskop untuk mendatangkan jumlah penonton dalam jumlah besar. Film yang melejit sejak hari pertama penayangannya itu kini sudah ditonton lebih dari 3,5 juta penonton dalam 11 hari penayangan.
Berdasar data dari Cinepoint, film yang dibintangi Vino G Bastian tersebut sudah mendapatkan jumlah penonton sebanyak 3.543.856 dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan perolehan angka tersebut, film Miracle In Cell No 7 sejauh ini menduduki peringkat sebagai film ketiga terlaris di tahun ini setelah KKN di Desa Penari (9,2 juta) dan Pengabdi Setan 2: Communion (6,3 juta).
Film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu juga mengalahkan film Ngeri Ngeri Sedap yang mengumpulkan angka 2,8 juta penonton. Miracle In Cell No 7 juga unggul atas film Ivanna, Sayap Sayap Patah, dan Mencuri Raden Saleh.
Rigen Rakelna senang sekali film yang ikut diperkuat oleh dirinya mampu mendatangkan penonton dalam jumlah besar.Film Miracle In Cell No 7 menjadi pencapaian tersendiri bagi komika sekaligus aktor berusia 30 tahun tersebut.
"Ini film pertama saya yang berhasil menembus juta-jutaan. Ternyata memang ada yang jumlah penonton bioskop jutaan," kata Rigen Rakelna dalam keterangannya Selasa (20/9).
Sutradara Hanung Bramantyo dalam menggarap film Miracle In Cell No 7 tentu saja mengikuti arahan cerita dari film aslinya dari Korea Selatan karena ini merupakan film remake.Kendati demikian, ia mengerjakannya dengan sepenuh hati.
"Saat syuting film ini, saya meminta semua untuk memberikan segenap hati untuk film ini. Alhamdulillah apa yang kita kerjakan dengan hati selama syuting, bisa sampai ke hati penomton film Miracle In Cell No 7," kata Hanung.
Film Miracle In Cell No 7 menceritakan tentang Dodo Rozak (Vino G. Bastian) yang ingin menjadi ayah yang baik bagi anaknya, Kartika (diperankan Graciella Abigail/Mawar de Jongh) di tengah keterbatasan kecerdasan dialaminya.
Awalnya mereka hidup bahagia dan kerap bermain bersama dengan sejumlah kelucuan yang tercipta dari kebersamaan mereka. Kartika bangga kepada ayahnya yang sehari-hari berjualan balon. Namun kebahagiaan mereka tiba-tiba terenggut setelah keduanya dipisahkan akibat proses hukum yang tidak adil.
Dodo ditangkap atas tuduhan memperkosa dan membunuh gadis kecil bernama Melati (Makayla Rose). Dodo dimasukkan ke dalam penjara bersama sejumlah narapidana beringas yaitu Japra (Indro Warkop), Jaki (Tora Sudiro), Yunus (Rigen Rakelna), Atmo (Indra Jegel), dan Asrul (Bryan Domani).

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
