
Dian Sastrowardoyo, pemain Aruna dan Lidahnya.
JawaPos.com - Film adaptasi novel berjudul Aruna dan Lidahnya akhirnya merampungkan proses syuting. Pengambilan gambar karya produksi Palari Films ini dilakukan selama dua puluh lima hari, sejak awal Mei lalu.
Film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Oka Antara, Hannah Al Rashid, dan Nicholas Saputra ini melakukan pengambilan gambar di lima lokasi. Yakni, Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, Singkawang dan Jakarta. Berbagai tempat tersebut menjadi backdrop untuk kisah tentang kuliner dan persahabatan yang dibalut dengan intrik dan konspirasi.
"Syuting film apa saja pasti challenging, cuma untuk film ini tantangannya adalah bagaimana bisa menggambarkan bagaimana enaknya makanan tertentu. Harus membuat orang yang nonton mengerti rasa makanannya. Tapi tetap menyenangkan, karena semua orang senang makan,” ujar Edwin, sang sutradara mengenai pengalaman syuting film Aruna dan Lidahnya kepada JawaPos.com, Minggu (27/5).
Dian Sastrowardoyo yang berperan sebagai Aruna menceritakan kalau produksi film ini berjalan seru. Menurutnya Aruna dan Lidahnya akan selaras dengan nafas bukunya yang penuh rasa.
"Enaknya syuting dengan banyak lokasi dan agenda utamanya makan adalah semuanya jadi makan mulu. Kayak lagi di Surabaya, kami sempetin makan Nasi Cumi. Selain itu, kami juga sering satu mobil bareng, berasa kayak road trip," jelasnya.
Selain Dian, Hannah Al Rashid yang berperan sebagai Nad mengatakan kalau produksi film ini menyenangkan. Banyak pengalaman berharga yang didapat meski hanya 25 hari syuting.
"Ini tuh kayak dream project. Semuanya bekerja dengan passion. Semuanya punya work ethic yang profesional. Ini adalah satu pengalaman yang jarang saya temukan," ujarnya.
Dalam film ini, Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Aruna. Tiga orang sahabat akan bergabung dalam perjalanan kulinernya ke empat tempat di Indonesia. Mereka yang turut tampil adalah Oka Antara yang didaulat menjadi Farish, Hannah Al Rashid mengisi karakter Nad, dan Nicholas Saputra sebagai Bono.
Keempat aktor dan aktris kenamaan ini bakal berbagi layar dalam kisah adaptasi lepas dari novel karangan Laksmi Pamuntjak Aruna dan Lidahnya. Aruna dikisahkan berumur pertengahan 30, bahagia sebagai seorang single. Dia adalah ahli wabah yang mempunyai passion utama, makan. Bahkan Aruna berpikir dan terobsesi tentang makanan setiap harinya.
Suatu kali, Aruna ditugaskan untuk menginvestigasi kasus flu burung yang merebak di beberapa tempat di Indonesia. Dia membawa kedua temannya seorang koki profesional Bono yang ingin menemukan resep-resep autentik kuliner Indonesia, dan kritikus kuliner Nad yang hendak menulis buku. Mereka berkeliling bersama untuk mengeksplorasi masakan nusantara. Dalam perjalanan, Aruna bertemu dengan Farish mantan teman kantornya dahulu yang diam-diam memantaunya.
Selain menawarkan kekayaan kuliner seperti yang tercantum di bukunya, film Aruna dan Lidahnya juga menyuguhkan kisah persahabatan. Semua tertera melalui hubungan Aruna yang polos dan sederhana, Bono yang selalu mencoba hal baru dan lucu, serta Nad sang petualang yang elegan. Ketiganya disatukan oleh kesukaan mereka terhadap makanan. Sedangkan Farish yang memandang makanan dengan praktis memberi warna berbeda bagi kumpulan kecil ini.
Film yang diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy ini dijadwalkan tayang di bioskop tahun ini. Aruna dan Lidahnya merupakan produksi film kedua dari Palari Films setelah tahun lalu merilis film Posesif.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
