
Efek Rumah Kaca.
JawaPos.com - Grup musik Efek Rumah Kaca resmi memperkenalkan sebuah ruang yang siap menjadi wadah kreativitas bagi personel maupun komunitas. Ruang tersebut diberinama Kios Ojo Keos.
Menurut para personel, hadirnya ruang kreatif ini bermula dari obrolan ringan. Efek Rumah Kaca yang punya impian memberi sumbangsih pada komunitas saat itu ditawari seorang rekan untuk menyewa sebuah ruangan.
"Pada sebuah obrolan petang, seorang sahabat menawarkan ruangan untuk disewa bersama. Terus-terang, sejak lama kami punya impian untuk memiliki ruang di mana kami bisa bertemu, bertukarpikiran, berbagi dan belajar bersama tentang musik, sejarah, seni, budaya, demokrasi, toleransi, dan ikut memberikan kontribusi bagi komunitas," kata personel Efek Rumah Kaca dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Minggu (13/5).
"Singkat cerita, mulai 1 Mei 2018 kemarin, kami telah membuka ruang tersebut. Kami beri nama Kios Ojo Keos. Nama Ojo Keos sendiri kami pinjam dari sebutan kru kami di saat kami manggung. Nama ini kami pilih sebagai tanda terima kasih atas dedikasi mereka kepada ERK. Selain itu, pengelola kiosnya juga terdiri dari para personel, kru, dan tim ERK sendiri," sambung mereka.
Band yang diisi Cholil, Akbar, dan Poppie ini kemudian resmi membuka Kios Ojo Keos pada awal Mei 2018. Efek Rumah Kaca berharap ruang bersama ini bisa dimanfaatkan untuk berkegiatan yang positif sekaligus menyenangkan. Mulai dari diskusi, bedah buku, bermain musik, dan lainnya.
"Ke depannya, kami ingin menjadikan Kios Ojo Keos sebagai ruang bersama bukan hanya untuk keluarga Efek Rumah Kaca saja. Karenanya, kami ingin mengundang siapa saja yang berkenan menjadi sukarelawan bersama-sama kami. Mari menggunakan ruang bersama ini untuk kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat hingga pada akhirnya menjembatani kita untuk berkontribusi kepada sesama," jelasnya.
Tidak sampai di situ, Efek Rumah Kaca juga memanfaatkan ruang tersebut untuk belajar berniaga. Kios yang terletak di Bona Indah Plaza, Lebak Bulus, Jakarta itu menyediakan berbagai produk dan karya seniman lokal. Dibuka jam 9 pagi hingga 9 malam, pengunjung bisa mencicipi Kopi Keos dan kudapan kecil, membeli CD/kaset juga merchandise band kesukaan, dan membaca koleksi buku.
"Kami juga sedang berusaha untuk menambah koleksi produk untuk dijual maupun tidak (misalnya buku untuk perpustakaan dan program Tukar Buku). Saat ini kami menerima titip jual buku, album musik serta merchandise dengan sistem konsinyasi. Selain itu, kami menerima ajakan kerja sama untuk memanfaatkan ruang Kios Ojo Keos untuk mengadakan acara," tutup Efek Rumah Kaca.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
