Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2018 | 01.15 WIB

Jadikan Sampah Plastik Bernilai Komersil Lewat 'Plastic Reborn'

Peluncuran progran Plastic Reborn oleh Coca-Cola - Image

Peluncuran progran Plastic Reborn oleh Coca-Cola

JawaPos.com - Masih dalam momentum Hari Sampah Nasional, masyarakat diajak untuk peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik. Kantong plastik pun bisa disulap dengan cara daur ulang atau selama ini dikenal dengan istilah 3R yakni Reuse, Recycle, dan Reduce.


Namun kini, ada cara jitu lainnya untuk peduli terhadap sampah plastik, namanya gerakan Plastic Reborn.


Untuk mewujudkan World Without Waste, hari ini (27/2), Coca-Cola Foundation Indonesia meluncurkan program Plastic Reborn. Ini merupakan sebuah program yang didesain untuk menginspirasikan perubahan perilaku kepada generasi muda Indonesia tentang pengelolaan sampah kemasan plastik.


Melalui program ini, Coca-Cola memfasilitasi pengumpulan botol kemasan plastik minuman di lebih dari 100 titik Sekolah Menengah Atas dan Universitas di kawasan Jakarta, untuk kemudian dikelola dan diproses menjadi tas multifungsi yang keren dan bernilai komersial.


Sehingga, gerakan Plastic Reborn mendorong terciptanya praktik pengelolaan sampah yang terintegrasi melalui pendekatan Recyling–Upcyling untuk menciptakan sebuah lingkaran ekonomi yang berkelanjutan.

"Salah satu permasalahan sampah ada pada perilaku masyarakat. Program ini pada intinya adalah upaya untuk memberikan pemahaman baru bahwa kemasan plastik bekas pakai sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang bernilai tinggi, sehingga dapat tercipta sebuah lingkaran ekonomi yang berkelanjutan," jelas Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia Titie Sadarini dalam konferensi pers, Selasa (27/2).


Bagaimana Teknisnya?


Public Affairs and Communication Director Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo menjelaskan program ini mengintegrasikan elemen-elemen pengelolaan sampah kemasan plastik secara utuh. Mulai dari Pengumpulan-Pengangkutan-Daur ulang (menjadi serpihan / flakes), Transformasi secara kreatif (upcyling) hingga penciptaan model bisnis baru, yang pada akhirnya akan mengoptimalkan nilai pakai dari sampah kemasan plastik ini.


Di sisi yang lain, melalui program ini terjalin hubungan strategis di antara para pemangku kepentingan untuk ikut terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari Dunia Usaha/Produsen, Konsumen (pengguna), Pengelola dan Pendaur Ulang/Waste Management Company, Industri Produk Plastik, LSM/Gerakan Masyarakat, hingga pelaku e-Commerce.


“Dengan memetakan peran masing-masing dan mensinergikannya, kami berharap dapat menciptakan rantai pengelolaan sampah yang berkelanjutan, yang pada akhirnya akan membantu mewujudkan praktik pengelolaan sampah secara optimal," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore