
PERSIAPAN: Tim Academy Awards ke-89 memberikan sentuhan akhir sebelum perhelatan The Oscars berlangsung di Hollywood, California, pagi ini.
JawaPos.com – Karpet merah sudah digelar sampaye dan es sudah siap untuk menyambut para tamu. Piala Oscar pun sudah siap dibagikan. Penghargaan prestisius itu akan memberikan award untuk film terbaik dan penampilan terbaik sepanjang tahun 2016. Namun, dalam kenyataannya, banyak faktor lain untuk mendapatkan piala tersebut.
Apakah The Oscars memilih film yang terbaik? ”Ya Tuhan, enggak lah,” ujar kritikus film Thelma Adams. ”Itu adalah jawaban yang paling sederhana,” katanya. Memang, banyak pemenang Piala Oscar yang selama bertahun-tahun tetap menjadi perdebatan apakah mereka harus menang atau tidak.
Salah satunya film musical Gigi yang menang Oscar pada 1959. Dalam perhelatan itu Gigi memborong 9 Oscar. Salah satu pesaingnya, Vertigo yang disutradarai Alfred Hitchcock, pulang dengan tangan hampa. Padahal, pada 2012, ada polling yang menyatakan kalau Vertigo adalah film terbaik yang pernah dibikin.
Pun demikian dengan Crash (best picture, 2006) dan Birdman (best picture, 2015). Kedua film itu sekarang dinilai sebagai pilihan bercanda The Oscars karena sudah menang. Pasalnya dua pesaingnya, Brokeback Mountain yang mengisahkan tentang cowboy homoseksual dan Boyhood, gagal total bawa piala.
Jadi, apa yang mempengaruhi kemenangan? Voting sekitar 7.000 anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences tentunya. Tetapi tetap, suara tersebut juga dipengaruhi banyak hal. Tidak murni karena akting aktris atau aktor yang ok atau film yang benar-benar berkualitas.
Seperti ketika Eddy Redmayne menang Oscar untuk peran utama dalam The Theory of Everything (2014). Banyak pihak yang menyebutkan kemenangan itu tak lepas dari rajinnya aktor Fantastic Beasts and Where to Find Them itu “berkampanye”.
Redmayne memang tidak murni berkampanye. Namun, dia sangat sering muncul di media dan menghelat wawancara mengenai perannya. ”Eddy itu manis, charming, dan lucu. Kita semua menyukainya,” kata seorang kritikus.
Sama seperti kemenangan Leonardo DiCaprio dalam The Revenant tahun lalu. DiCaprio akhirnya menang setelah empat nominasi yang gagal total. Dan, seluruh dunia berharap dialah yang menang. Doa itu pun terkabul. Padahal, saingan DiCaprio juga tidak ringan. Ada Redmayne yang jagoan sekali memerankan transgender dalam The Danish Girl. Jadi, apakah film dan akting terbaik akan menang tahun ini? Kita nantikan saja. (BBC/Reuters/tia)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
