
CHEMISTRY: Para cast, penulis novel dan sutradara film
JawaPos.com – Banyak pihak yang menentang saat Nania menerima lamaran Rafli. Perbedaan status sosial di antara mereka memicu penolakan.
Nania berasal dari keluarga terpandang, sementara Rafli dari keluarga miskin. Cerita singkat itulah yang diungkapkan penulis novel Asma Nadia dalam meet and greet film Cinta Laki-Laki Biasa, Kamis (1/12) di Marvell City.
”Kisah ini banyak ditemukan dalam dunia nyata. Jadi, film ini terasa spesial,” ujar Asma. Film yang digarap sutradara Guntur Soeharjanto itu tayang serentak di bioskop, Kamis (1/12).
Asma mengungkapkan, banyak hal spesial dalam film ketiganya bersama Guntur tersebut. Selain semua lokasi syuting di Indonesia, lanjut dia, cerita film bergenre drama itu mengulik kisah nyata yang pernah dijumpainya.
”Menceritakan cinta. Cinta kepada suami, orang tua, kakak-adik. Lengkap sekali. Lalu, dikembangkan oleh Mas Guntur dengan sangat baik,” jelasnya.
Dengan begitu, dia berharap film tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa. Hal serupa diungkapkan Velove Vexia, 26, pemeran utama. Dalam film tersebut, aktris cantik itu berhijab.
”Proses syuting mengalir seperti biasanya. Tapi, saat sudah jadi, nonton filmnya, saya nangis,” ungkap Velove. Itu disebabkan dia tersentuh dengan kisahnya.
Beberapa hal tak dapat dilupakan Velove selama proses syuting. Dalam film berdurasi 115 menit tersebut, dia mendapat adegan minum kopi hitam dengan menyantap petai.
”Padahal saya nggak suka kopi dan petai. Saya dipaksa deh sama Mas Guntur (sutradara, Red),” jelas putri O.C. Kaligis tersebut, lantas tertawa.
Bukan hanya Velove dan Asma, dalam meet and greet perdana di Surabaya tersebut, turut hadir Dewi Yull, Mellya Baskarani, dan Yama Carlos.
Setiap pemain memiliki pengalaman yang tak terlupakan. ”Proses syuting saat bulan puasa. Buka bersama di lokasi,” ujar Mellya yang berperan sebagai Ida Zaitun.
Termasuk Dewi Yull. Dia menangis saat kali pertama nonton filmnya setelah proses produksi rampung. Dia sering menemukan kasus serupa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Penyanyi dan aktris 55 tahun tersebut berharap penonton dapat mengambil hikmah dari cerita film itu. Khususnya bagi orang tua ketika memilih calon menantu untuk anaknya.
”Saya tahu, orang tua pasti ingin terbaik. Pilih dari keluarga terpandang biar diomongin ke orang bisa enak. Tapi, dari film ini, kita bisa membuka pikiran,” jelas Dewi setelah jumpa penggemar.
Para pemain film Cinta Laki-Laki Biasa itu juga nonton bareng. Banyak penonton yang menangis setelah menyaksikan film tersebut. Salah satunya Melia Hermanto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
