Konferensi pers peluncuran Avarta Media, Rabu (10/12)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com — Tren drama Indonesia pada 2026 diprediksi tidak lagi berkutat pada formula lama. Hal ini disampaikan aktris dan pendiri Avarta Media, Acha Septriasa, yang melihat industri film dan drama tanah air tengah memasuki fase kompetitif baru, dengan tuntutan kualitas dan kurasi yang makin tinggi.
“Karena memang pertumbuhan industri entertainment di seluruh dunia lagi catch-up catch-up-nya. Kita memang di Indonesia ini film adalah sebuah hal yang lagi marak-maraknya. Semua orang pengen bikin film. Saking banyaknya kadang-kadang sampai ngantre di bioskop, harus dapat tanggalnya tuh masih tahun depan,” kata Acha dalam konferensi pers peluncuran Avarta Media, Rabu (10/12).
Menurutnya, kondisi ini menegaskan pentingnya standar kualitas dalam produksi film. “Ada sistem kurasi yang perlu ditekankan kembali paling enggak orang-orang yang membuat film harus sesuai standar secara quality juga. Sehingga apa yang dipaparkan atau dirilis di theatrical itu memang sesuatu hal yang layak,” ujarnya.
Sebagai Creative Director, Casting Director, Produser, hingga Founder Avarta Media, Acha menegaskan bahwa film tidak hanya harus kuat secara proses kreatif, tetapi juga harus tepat sasaran ke penonton. Ia menyoroti tren konten pendek berbayar asal Tiongkok yang kini marak di platform digital seperti TikTok dan Instagram.
“Mereka menghadirkan film 2 menit, kalau enggak ada skrip bagus itu mati. Jadi kita memerlukan script writer yang baik sebenarnya,” tegasnya. Ke depan, Avarta disebut ingin memilih cerita yang lebih terkurasi dan berkualitas, dengan perhatian besar pada detail konten.
Dukungan serupa disampaikan Pendiri Avarta Media, Arya Setiadharma, yang menekankan pentingnya inovasi dalam produksi film. "Jadi jangan cuman ‘Oh copy sana, copy sini’ nanti jadinya hasilnya ya sama lagi,” kata Arya.
Ia menyebut industri film bisa mengecewakan penonton bila terpaku pada pola yang berulang. Karena itu, rumah produksi miliknya menetapkan misi untuk mengangkat isu-isu sosial melalui karya yang orisinal.
“Kita harus mengangkat social issues juga berusaha membuat cerita pun harus inovatif, tapi juga punya misi yaitu menyebarkan awareness terhadap social issues di Indonesia dan hopefully bisa ke global juga,” pungkas Arya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
