
Trailer film animasi "Merah Putih One for All". (YouTube: Historika Film).
JawaPos.com - Animator asal Pakistan Junaid Mirah kembali datang dengan kabar baru di awal bulan September ini. Dia tetap bersikukuh karyanya digunakan tanpa izin sebagai karakter dalam film animasi anak Merah Putih One For All.
Oleh sebab itu, Junaid Miran mengaku akan melayangkan gugatan ke pihak rumah produksi atas penggunaan karyanya tanpa izin atas pembuatan film Merah Putih One For All.
"Aku siap menuntut mereka yang bertanggung jawab atas ketidakadilan ini. Aku siap bangkit dan menuntut pertanggungjawaban yang kita semua dambakan. Aku melakukan ini karena kalian percaya padaku," kata Junaid Miran dalam video diunggah di YouTube.
Dia mulai mempertimbangkan untuk melakukan gugatan secara hukum setelah banyak orang dari Indonesia mengiriminya pesan dan memintanya untuk menuntut orang-orang yang telah menggunakan karakter-karakternya tanpa izin.
Namun, Junaid Miran mengaku terkendala masalah keuangan mengingat gugatan beda negara pasti akan membutuhkan dana yang cukup besar. Sebab, Junaid Miran merupakan animator independen, tidak ada sponsor yang mendukungnya.
"Tuntutan hukum, apalagi di negara lain, butuh banyak biaya. Biaya pengacara, administrasi, perjalanan, semuanya memerlukan banyak uang. Dan aku nggak punya itu," katanya.
Untuk mengatasinya, Junaid Miran menjual 10 karyanya beresolusi tinggi hingga 6K dengan harga terjangkau. Dari biasanya harga sekitar 50 dolar, diturun dalam rangka perjuangan ini ke angka 5 dolar.
"Ini soal memberi semua orang kesempatan untuk jadi bagian dari perjuangan demi keadilan. Dengan cuma 5 dolar, kalian akan mendapatkan 10 karya seni beresolusi 6K yang sangat detail dan aku sertakan hak komersial penuh buat kalian," ungkapnya.
Sebelumnya, Sonny Pudjisasono selaku produser film animasi Merah Putih One For All tegas mengatakan tidak ada penggunaan karakter tanpa izin dalam filmnya. Dia pun mempersilakan apabila ada animator merasa karyanya dicuri untuk mengambil langkah hukum.
"Silakan saja ambil langkah hukum, kami siap. Karena kami tidak mencuri karya orang," kata Sonny Pudjisasono kepada JawaPos.com.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
