
BERBAUR: Waliyadi (kiri) bersama Cak Sodiq New Monata yang didapuk manggung bareng OM Lorenza beberapa waktu lalu. (DOKUMENTASI WALIYADI)
JawaPos.com - Dandanan jadul ala 1970-1980an kini turut menjadi identitas penonton OM Lorenza. Ternyata, di balik itu ada sosok Waliyadi atau yang akrab disapa Glempo sebagai pelopornya. Dandanan necisnya itu dimulai sejak 2022 saat pria asal Sukoharjo itu mulai njogeti Lorenza dari panggung hajatan satu ke panggung hajatan lainnya.
Glempo memakai kemeja motif garis-garis dimasukkan ke celana cutbrai, scarf di leher dan kaca mata bulat. Penampilannya itu dengan mudah menjadi sorotan penonton lain saat OM Lorenza manggung. ”Akhirnya ada ikut dandan jadul, empat orang. Lama-kelamaan tambah banyak,” ceritanya.
Ingin totalitas bernostalgia dengan era kejayaan orkes Melayu di tahun 80-an itu menjadikan Glempo didapuk sebagai ikon dari salah satu grup penggemar yang bernama Fans Lorenza. Dia kerap dipanggul di tengah kerumunan fans saat OM Lorenza tampil. Glempo kini juga menjadi bagian dari keluarga grup tersebut. Dia dipercaya menjadi anak panggung yang kerap membantu setting alat musik di setiap jadwal manggung OM Lorenza.
MAKIN LARIS: Joko Lodank (kiri) sebagai MC dan Winda Exa salah seorang vokalis perempuan OM Lorenza menghibur penonton. April ini jadwal manggung full sampai akhir bulan. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Lewat grup penggemar pula, OM Lorenza membangun jejaring fans di luar kota. Selain Fans Lorenza, ada Ngluruk Lorenza dan Ngluruk Mbah To. Secara khusus, Ngluruk Mbah To adalah basis penggemar yang menghidupkan merchandise OM Lorenza. ”Diambil dari nama Suryanto yang akrab dipanggil Mbah To. Dia merangkul pedagang kecil dan menghidupkan UMKM saat OM Lorenza tampil. Grup-grup kami itu sudah seperti keluarga,” papar Glempo yang kini berusia 45 tahun itu.
Joko Lodank, personel yang mengisi formasi MC OM Lorenza menyampaikan apresiasinya kepada Waliyadi serta jejaring fans. ”Mas Waliyadi Glempo memang punya ide dandanan eksentrik ala 80-an itu. Dan ternyata banyak yang mengikuti gaya fesyennya,” tutur Joko.
JOGET GAYENG: Keseruan penggemar OM Lorenza dengan dandanan jadoel dan properti lawas di Jatim International Expo (26/3). (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Menurutnya, gaya fesyen jadul itu menjadi ciri khas sekaligus mendorong penonton untuk bertindak santun selama pertunjukan. ”Penontonnya jadi fokus ke penampilan ala 80-an dan berjoget santai. Jadi, suasananya gayeng, damai,” imbuh Joko. (had/nor)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
