Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 03.11 WIB

Sinopsis Ghosts: Hidup Berdampingan dengan Hantu Ternyata Tidak Semenyeramkan yang Dikira!

Dua poster seri televisi Ghosts.(imdb.com) - Image

Dua poster seri televisi Ghosts.(imdb.com)

JawaPos.com - Beberapa orang percaya akan keberadaan hantu, sementara yang lain meragukannya. Keyakinan ini biasanya dipengaruhi oleh pengalaman pribadi atau latar belakang kepercayaan masing-masing.

Ada pula anggapan bahwa setiap rumah memiliki penunggu. Beberapa di antaranya bersifat aktif, sering menampakkan diri atau mengganggu penghuni, sementara yang lain pasif dan hampir tidak terdeteksi keberadaannya.

Namun, ada rumah yang dihuni lebih dari satu makhluk gaib. Salah satu contohnya adalah Woodstone Manor.

Dalam serial drama televisi Amerika bertajuk Ghosts, diperlihatkan bagaimana manusia dapat hidup berdampingan dengan hantu-hantu yang menghuni rumah mereka.

Sinopsis Ghost

Samantha, atau sering dipanggil Sam, adalah seorang jurnalis lepas yang tiba-tiba mendapatkan kabar bahwa ia akan mewarisi sebuah rumah besar dengan julukan Woodstone Manor dari keluarga almarhum ibunya.

Setelah mewarisi rumah tersebut, Sam dan suaminya, Jay, mengubah Woodstone Manor menjadi sebuah hotel sebagai sumber mata pencaharian mereka.

Namun, di tengah-tengah proses renovasi, Sam terjatuh dari tangga dan secara klinis dinyatakan meninggal selama tiga menit. Karena pengalaman mati surinya ini, ia memiliki kemampuan untuk melihat, mendengar dan berinteraksi dengan para hantu di Woodstone Manor.

Woodstone Manor ternyata dihuni oleh banyak hantu, tetapi ada delapan di antaranya yang paling sering terlihat.

Salah satunya adalah Thorfinn atau Thor, hantu Viking asal Norwegia sekaligus penghuni tertua di Woodstone Manor. Ribuan tahun yang lalu, ia bersama krunya berlayar ke Amerika. Namun, karena sebuah kesalahan, ia ditinggalkan dan akhirnya meninggal akibat tersambar petir. Kejadian tragis ini membuatnya memiliki kemampuan unik yakni mengendalikan listrik.

Selanjutnya, ada Sasappis atau Sass, hantu dari suku asli Amerika, Lenape, yang meninggal pada tahun 1513. Sass memiliki kemampuan unik untuk memasuki mimpi manusia yang masih hidup. Namun, hingga kini, penyebab kematiannya belum diketahui.

Kapten Isaac Higgintoot adalah hantu dari zaman Perang Revolusi Amerika yang meninggal karena terjangkit disentri. Walaupun ia berjasa dalam perang tersebut, ia hampir tidak pernah disebutkan dalam buku-buku sejarah. Hal ini membuatnya sangat cemburu terhadap Alexander Hamilton.

Henrietta Woodstone atau Hetty adalah putri dari pemilik pertama Woodstone Manor. Karena semasa hidupnya ia dimanjakan oleh kekayaan, ia sering menganggap remeh kaum pekerja dan keturunan Irlandia. Ia membunuh dirinya untuk menghindari kejaran polisi akibat kejahatan suaminya, serta agar anaknya, Thomas, mendapatkan hartanya.

Alberta dulunya adalah penyanyi jazz terkenal pada era 1920an yang meninggal karena diracun. Karena bakatnya dalam bernyanyi, Alberta memiliki kemampuan unik di mana suaranya dapat didengar oleh manusia yang masih hidup.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore