
Shin Tae-yong bersama sejumlah pemain film Ghost Soccer. (Istimewa)
JawaPos.com - Karir Shin Tae-yong tidak benar-benar mati setelah dicopot dari pelatih Timnas Indonesia oleh PSSI. Tidak lagi melatih Tim Garuda, Shin Tae-yong masih berada di Indonesia. Kali ini bukan berada di lapangan hijau untuk membuat strategi permainan sepak bola.
Shin Tae-yong malah terjun ke dunia seni peran. Dia bermain film bertemakan sepak bola yang berjudul Ghost Soccer: Bola Mati. Dia menjalani syuting pertama kalinya di daerah Subang, Jawa Barat, pada Minggu (19/1) kemarin.
Meski memerankan diri sendiri dalam film yang mengangkat cerita tentang tantangan dan perjuangan sepak bola itu, Shin Tae-yong mengaku dirinya belum terbiasa menjadi aktor. Alhasil, pria asal Korea Selatan merasa canggung saat harus dilakukan proses pengambilan gambar. Apalagi disaksikan oleh banyak warga sekitar.
"Memang saya senang sekali menerima hal-hal baru. Ini pertama kalinya saya berakting di sebuah perfilman. Jadi ya grogi juga," kata Shin Tae-yong.
Berada di depan kamera sejatinya bukan hal baru bagi Shin Tae-yong. Dia sudah terbiasa menjadi sorotan dengan kapasitasnya sebagai pelatih sepak bola. Kendati demikian, dia mengakui dunia seni peran merupakan hal baru baginya.
"Ini memang hal baru buat saya. Untuk iklan saya sudah sering dan tapi kalau di film ini sangat baru. Sangat seru dan saya menikmatinya," tuturnya.
Dia punya alasan kuat kenapa akhirnya memberanikan diri terjun sebagai aktor dengan main film Ghost Soccer: Bola Mati. Salah satunya, dia cukup memiliki rasa kepercayaan diri karena karakter yang diberikan padanya masih sesuai dengan pekerjaannya sebagai seorang pelatih sepak bola.
"Alasan saya terima karena ini fokusnya ke bola juga dan banyak juga fans sepak bola Indonesia. Saya balas budi untuk cintanya dari masyarakat Indonesia," tuturnya.
Saat disinggung apakah tertarik bermain film lagi di masa yang akan datang, Shin Tae-yong mengaku belum mengetahui secara pasti. Dia sepertinya tidak mau memikirkan sesuatu yang masih belum jelas.
"Belum ada tawaran, jadi belum ada kepikiran (main film lagi),"katanya.
Film Ghost Soccer: Bola Mati menceritakan sekelompok anak muda miskin, penghuni area kuburan yang punya mimpi untuk bisa bermain bola di lapangan mewah milik tim bola Super FC. Pemandangan lapangan bola yang hanya bisa dinikmati dari tanah kuburan selalu membangkitkan keinginan mereka untuk menantang klub Super FC.
Di sisi lain, superioritas klub Super FC selalu mempermalukan lawan-lawannya. Tidak terkecuali klub sepak bola penghuni tanah kubur.
Dondi, Arif, dan Indra yang hanya penjual bunga tabur di tanah kuburan kerap diolok sebagai anak demit yang belajar main bola. Kemarahan mereka pun meledak. Mereka menendang bola butut yang tiba-tiba merobohkan batu nisan kuburan milik mendiang Baron Permana (Baper), mantan pemain bola hebat yang sudah meninggal.
Tak hanya nisan Baper, satu nisan lagi juga ikut roboh dan membangkitkan penghuninya. Kepada arwah penasaran inilah, Dondi, Arif dan Indra menggantungkan harapan mereka untuk mengalahkan klub Super FC melalui pertandingan sepak bola yang melibatkan penguasa kekuatan gaib.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
