
Piyu PADI inisiasi aksi penggalangan dana untuk membantu anak-anak dan remaja terjangkit penyakit jantung. YouTube Piyu
JawaPos.com - Musisi sekaligus pencipta lagu Satriyo Yudi Wahono atau kerap disapa Piyu Padi sangat kecewa dengan sistem pengelolaan royalti di Indonesia yang masih sangat tidak berpihak pada para pencipta lagu. Piyu Padi blak-blakan membicarakan royalti yang diterimanya dari LMKN/LMK. Menurut gitaris grup musik Padi Reborn itu, Royalti yang diterimanya sangat kecil tidak sampai Rp 200 ribu untuk tahun ini.
"Royalti yang saya terima di tahun ini cuma Rp 125.000," keluh Piyu saat ditemui di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Dengan angka tersebut, royalti yang diterima Piyu Padi lebih rendah dari harga tiket bus sekali jalan dengan rute Jakarta-Surabaya yang saat ini harganya kurang Rp 350 ribu hingga Rp 600 ribu.
Royalti yang didapatkan Piyu Padi pada tahun 2022 juga miris. Dia hanya mendapatkan uang royalti sebesar Rp 349 ribu. Piyu pun merasa pengelolaan royalti saat ini kacau tidak memperhatikan kesejahteraan para pencipta lagu.
“Royalti musik menjadi masalah klasik di industri. Dan sampai saat ini, tidak ada penyelesaian karena tidak ada yang pro pada pencipta lagu," beber Piyu.
Piyu Padi merupakan pencipta lagu yang berhasil mencetak lagu-lagu hits. Beberapa lagu ciptaannya sempat dinyanyikan Ari Lasso. Misalnya lagu berjudul Penjaga Hati dan Jalanku Tak Panjang.
Selain itu, ada banyak lagu lain yang diciptakan Piyu Padi. Seperti lagu berjudul Firasatku, Cinta Itu Adalah, Sakit Hati, Mahadewi, Beri Aku Arti, Menanti Sebuah Jawaban, Bayangkanlah, Belum Terlambat, Jernih, dan lain-lain.
Soal royalti kecil yang diterimanya, Piyu menilai sistem pembagian royalti yang dilakukan LMKN/LMK masih jauh dari prinsip keadilan untuk mensejahterakan para pencipta lagu. Selain itu, Piyu Padi juga menganggap sistem pengumpulan royalti yang dilakukan LMKN masih jauh panggang dari api. Berdasarkan data yang dimilikinya, sepanjang 2023 ada sekitar 951 event pertunjukan musik secara live dengan total penjualan tiket mencapai angka sekitar RP 1 triliun.
Akan tetapi, LMKN hanya mampu mengumpulkan royalti untuk performing rights (live event) sekitar 900 jutaan atau tidak sampai 1 persen.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
