
Adegan dalam film Smile 2. (Paramount Pictures)
JawaPos.com - Dua tahun lalu, sutradara Parker Finn menuai kesuksesan lewat film horor besutannya, Smile (2022). Film ini sendiri mengisahkan tentang sebuah fenomena supranatural mengerikan di mana sebuah kekuatan tak kasat mata menghinggapi manusia dan membuat korbannya berhalusinasi hingga kehilangan akal sehat sebelum akhirnya bunuh diri dengan cara yang amat sadis sembari tersenyum menyeringai.
Mirip penyakit menular, kekuatan tak kasat mata yang bisa dibilang sebagai sosok iblis ini akan berpindah ke manusia lain yang menyaksikan secara langsung proses bunuh diri yang dilakukan korban pendahulunya.
Berangkat dari kesuksesan film pertamanya yang meraup USD 217,4 juta dari modal USD 17 juta, Parker Finn kemudian menggarap sekuel film ini yang diberi judul Smile 2.
Sama seperti film pertamanya, Smile 2 menyuguhkan kengerian mencekam. Lakon utama kali ini adalah seorang bintang pop bernama Skye Riley (Naomi Scott) yang tengah disibukkan dengan persiapan tur dunianya sembari melawan adiksinya akan obat-obatan terlarang.
Kesialan menimpa Skye setelah tanpa sengaja ia menyaksikan kematian mengerikan temannya, Lewis (Lukas Gage) di apartemennya. Bermaksud untuk membeli obat penenang, Skye justru melihat pemandangan yang sangat traumatis di mana Lewis tiba-tiba berteriak-teriak histeris seperti melihat setan, sebelum akhirnya diam mematung dengan senyum menyeramkan.
Lewis yang dalam pengaruh iblis pun kemudian membunuh dirinya sendiri dengan cara menghantamkan kepalanya dengan pemberat barbel berkali-kali hingga wajahnya hancur tak berbentuk. Skye yang shock berat tentu saja panik bukan kepalang dan lari lintang-pukang gara-gara kejadian itu.
Sudah bisa ditebak, giliran Skye yang kini mengalami halusinasi terus menerus. Konsentrasinya dalam menjalani hidup pun kian buyar seiring sang iblis perlahan-lahan menggerogoti kewarasan dan akal sehatnya sebagai manusia utuh.
Berdurasi selama 2 jam 7 menit, sutradara Parker Finn tanpa ampun membombardir penonton dengan adegan-adegan mendebarkan yang tak sedap dipandang mata.
Masih menggunakan formula yang sama dengan film pertamanya, Smile 2 terus mengajak penonton untuk menerka-nerka apakah peristiwa yang sedang terjadi merupakan kondisi nyata atau ilusi yang diciptakan sang iblis dalam kepala Skye.
Smile 2 juga bisa dibilang berhasil membawa penonton ikut mengalami betapa frustrasinya Skye yang berstatus megabintang yang dicintai banyak orang perlahan-lahan menjadi sosok paranoid yang kerap bertindak di luar nalar berujung merusak reputasi dirinya sendiri. Akting Naomi Scott sebagai Skye dalam film ini layak diapresiasi.
Namun, di balik segala kengerian, Smile 2 sayangnya hampir sama sekali tidak menawarkan hal baru selain lakon dan latar. Pola teror dan halusinasi yang diberikan sang iblis kepada Skye pun bisa dibilang masih plek-ketiplek dengan Smile.
Akibatnya, hingga titik tertentu, segala kengerian yang ditawarkan bahkan sudah bisa ditebak karena rumus yang digunakan tidak jauh berbeda dengan film pertamanya. Sama sekali tidak ada terobosan, hingga akhirnya muncul kesan bahwa sang sutradara memilih untuk tetap 'main aman' dengan berpatokan pada film pertamanya.
Smile 2 memang sekilas memberikan titik terang kepada penonton tentang bagaimana cara Skye mengatasi sang iblis dan membuatnya berhenti membunuh korbannya sebelum kembali berpindah-pindah tubuh. Namun, apa yang terjadi di ending film ini kembali memberikan kesimpulan yang sama kepada penonton: tidak ada kesempatan menang bagi protagonis franchise ini.
Secara keseluruhan, Smile 2 adalah film yang cocok ditonton untuk Anda para penggemar film horor, apalagi yang menyaksikan film pertamanya. Hanya saja, jangan berharap ada sebuah elemen baru yang bisa menjadi game changer, karena tidak ada terobosan dalam film ini.
Lagi-lagi, seperti film pertamanya, Smile 2 adalah sebuah karya yang bisa membuat energi penontonnya terkuras. Bukan hanya karena menegangkan dan menyeramkan, tapi juga karena penuh dengan keputusasaan tanpa harapan karena protagonisnya tidak bisa menang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
