
Pendapatan film Joker./IMDb.com
JawaPos.com - Film Joker: Folie á Deux gagal bersinar di pekan pembuka box office. Justru film yang diperankan oleh Joaquin Phoenix ini mencatat pendapatan lebih rendah dari yang kali dilaporkan di hari pertama penayangan.
Untuk sebuah film yang pernah melacak debut USD 70 juta di bioskop, ekspektasi diturunkan setelah cemoohan kritis dari para reviewer dan dari mulut ke mulut yang hanya dapat digambarkan sebagai racun yang terbaik.
Dilansir dari laman Collider, hitungan akhir hingga hari Senin (7/10) bahkan tidak mencapai perkiraan terburuk yakni USD 40 juta di hari Minggu.
Praktis ini menjadi sebuah bencana untuk sebuah film yang menghabiskan biaya USD 200 juta, dengan film tersebut menghasilkan USD 37,8 juta yang memburuk di akhir pekan pertamanya.
Memang, film ini tampil jauh lebih baik di luar negeri. Diluncurkan sesuai dengan ekspektasi sebesar USD 80 juta dari 76 pasar global.
Tetapi film ini perlu menemukan suaranya dan bernyanyi sesuai irama jika ingin mendekati pendapatan internasional yang diperoleh pendahulunya.
Joker yang asli sangat sukses, menghasilkan USD 335 juta di dalam negeri dan USD 743 juta di luar negeri dengan total pendapatan global sebesar USD 1,078 miliar.
Pada saat itu, film ini adalah film dengan rating R terbesar dalam sejarah, meskipun sepasang pahlawan super Marvel Deadpool telah merebut mahkota itu dengan perolehan USD 1,32 miliar.
Film aslinya juga hanya memiliki anggaran sebesar USD 60 juta. Kali ini, mungkin karena keengganan sutradara Todd Phillips dan bintang Joaquin Phoenix untuk kembali, ditambah dengan penambahan Lady Gaga sebagai Harley Quinn.
Anggaran tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat, yang berarti film tersebut mungkin perlu mencapai USD 500 juta di seluruh dunia untuk bisa balik modal. Itu tampaknya terlalu jauh dijangkau sekarang.
Mengapa 'Joker: Folie á Deux' Gagal Total?
Film ini memiliki CinemaScore D yang langka . Semakin baik skor film, semakin baik pula dari mulut ke mulut, secara umum.
Skor itu mengerikan dan secara halus memberi tahu penonton bahwa mereka kemungkinan besar tidak akan menikmati apa yang mereka tonton.
Jika film sebelumnya adalah film yang terinspirasi “Taxi Driver” dan “King of Comedy”, sekuelnya adalah musikal fantastis yang dipadukan dengan drama ruang sidang yang hambar yang membantah banyak hal dari film sebelumnya.
Termasuk beberapa tindakan yang sangat dipertanyakan yang dilakukan terhadap, dan oleh, Arthur Fleck dari Phoenix. Hal ini sama sekali tidak membuat penonton terkesan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
