Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 April 2024 | 01.15 WIB

Soal Film Vina: Sebelum 7 Hari yang Tuai Pro dan Kontra, Ernest Prakasa Turut Berkomentar

Film horor kisah nyata Vina: Sebelum 7 Hari Banjir kritikan warganet di aplikasi X. (@cinema21) - Image

Film horor kisah nyata Vina: Sebelum 7 Hari Banjir kritikan warganet di aplikasi X. (@cinema21)

JawaPos.com - Film Vina: Sebelum 7 Hari yang bakal tayang pada Mei 2024 menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sinopsis dan teaser film produksi Dee Company itu telah beredar ke khalayak umum.

Dalam trailer diperlihatkan seorang perempuan yang mengalami kerasukan oleh arwah Vina, korban kriminal dan kekerasan seksual. Perempuan tersebut menceritakan dengan detail siapa pelaku kejahatan yang Vina alami diiringi isak tangis.

Film yang masuk dalam genre horor ini dibuat berdasar kisah nyata kasus kriminal yang terjadi di Cirebon pada 2016 oleh sekumpulan anggota geng motor. Sejak perilisan teaser hingga poster resmi, film itu mendapat pro dan kontra dari netizen.

Artis sekaligus produser, Ernest Prakasa juga turut memberikan tanggapan terkait film yang dibintangi Lydia Kandaou itu. Dalam akun sosial media X, Ernest memberikan tanggapannya.

”Izin merespons. Menurut gw film Vina ini berada di ambang batas moralitas yang cukup rumit. Buat banyak orang, ini eksploitasi tragedi. Tapi berdasar banyak komentar di trailer yang terpajang di media sosial, tidak sedikit yang merespons positif bahkan menantikan film ini,” jelas Ernest lewat akun resmi X miliknya.

Ernest mengatakan, integritas dalam seni itu relatif, bergantung pada pemaknaan etika masing-masing pelaku seni. ”Integritas dalam seni itu relatif, karena bermain bukan dengan hukum melainkan etika, dan etika itu tidak ajeg. Apa yang saya percayai sebagai value yang baik, tentu akan tercermin melalui karya saya. Kata kunci di sini, adalah 'saya'. Subjektif,” pungkas Ernest.

Sementara itu, netizen yang pro terkait film itu tetap ditayangkan sebab pihak keluarga dari Vina telah menyetujui pembuatan film tersebut. ”Masalah nurani keluarga aja ga ada permasalahan kalau mereka setuju berarti ga ada masalah, toh siapa tau royaltinya bisa berkah buat keluarganya menyambung kehidupan,” jelas akun @devi***76 yang pro terhadap pembuatan film Vina.

Netizen juga beranggapan bahwa film itu bisa menjadi edukasi dan pengingat agar lebih mawas diri dan kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. ”Film edukasi agar perempuan aware dengan tindakan KS. Kalau lu masih mengira ini tabu, yang bernasib seperti vina vina lain akan terus ada,” ujar akun @coffee***13.

Meski begitu, banyak dari netizen yang kontra terkait poster film Vina. Banyak yang menilai bahwa poster dari film ini membuat rasa tidak nyaman. Pembuatan film Vina juga dirasa tidak etis oleh banyak pihak.

”Eh itu poster film Vina kok gitu banget sih? gue bukan pemerhati film, tapi menurut gue dengan poster yang menjadikan korban kaya gitu menurut gue gak sopan,” respons @junie***e soal poster film.

”Menurutku pribadi, Vina ini korban KS dan penganiayaan. nggak pantes dibikin film atau poster dengan visual yg sadis macam itu,” ucap @sweet***.

”Sorry to say, kisah Vina ini terlalu tragis untuk dinikmati sebagai film menurutku. walaupun keluarganya sudah mengizinkan, tetap ga etis aja, kasihan korban,” beber netizen lainnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore