
Henry Cavill sebagai Agent Argylle dalam film
JawaPos.com - Film-film bertema spionase atau mata-mata umumnya memang penuh dengan intrik, twist tidak terduga dan aksi baku hantam. Tiga elemen tersebut bisa membuat sebuah film spionase menjadi apik dan menarik jika dibungkus dengan rapi dan kadar yang pas.
Argylle adalah film spionase yang 'melanggar' aturan tersebut. Meski menyajikan alur cerita yang cukup menarik dan rentetan kejadian tak terduga yang mengecoh penonton, film yang disutradarai Matthew Vaughn ini terlalu banyak memberikan bumbu pada adegan action-nya.
Alhasil, alih-alih bisa menikmati film ini secara maksimal, Argylle pada akhirnya menjadi sebuah karya yang overcooked gara-gara adegan-adegan pertarungannya yang kelewat bombastis dan lebay.
Argylle bercerita tentang seorang penulis novel spionase bernama Elly Conway (Bryce Dallas Howard) yang menjadi tenar berkat bukunya yang berjudul Argylle. Nama itu sendiri merupakan seorang pria berparas ganteng (diperankan Henry Cavill) yang berprofesi sebagai mata-mata internasional.
Berkat Argylle, Elly meraih ketenaran luar biasa. Ketenaran tersebut akhirnya mendorongnya untuk terus menulis kisah-kisah Argylle yang berikutnya.
Kehidupan Elly kemudian berubah total ketika seorang mata-mata sungguhan bernama Aidan (Sam Rockwell) muncul secara tiba-tiba bersama dengan orang-orang yang menginginkan Elly mati.
Usut punya usut, apa yang ditulis Elly dalam novelnya ternyata merupakan kejadian nyata. Demi keselamatannya, Elly pun tidak punya pilihan selain memercayai Aidan sembari mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi
Dari awal hingga pertengahan film, Argylle sebetulnya menyuguhkan aksi dan plot yang menarik. Seperti yang sudah disampaikan di atas, film ini memiliki banyak twist yang mampu membuat penonton terbelalak. Dengan balutan komedi yang cukup kental, boleh dibilang ini merupakan faktor X yang membuat Argylle menjadi film yang bisa dinikmati.
Namun, semua berubah ketika seluruh fakta dalam film ini terungkap. Yang terjadi, Argylle ternyata hanya sebuah film action dengan plot dangkal yang mengandalkan aksi baku hantam.
Parahnya, adegan action yang disuguhkan sungguh amat sangat berlebihan. Sebut saja adegan Elly dan Aidan yang berdansa-dansi layaknya orang kasmaran di tengah kepungan pasukan pembunuh dan kepulan asap yang berwarna-warni dari smoke grenade yang mereka lepaskan, atau adegan Elly membantai musuh-musuhnya dengan ber-ice skating di atas minyak yang tumpah.
Begitu konyolnya adegan-adegan tersebut hingga pada titik tertentu, timbul kesan bahwa sang sutradara betul-betul sudah tidak serius dan kehabisan akal untuk membuat ending yang layak untuk film yang, sebetulnya, sudah bisa dikemas secara apik di awal hingga pertengahan.
Secara keseluruhan, Argylle tetap sebuah film yang layak ditonton untuk para penggemar film action. Hanya saja, jangan berekspektasi terlalu tinggi pada film ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
