Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 21.43 WIB

Lewat Film Eksil, Lola Amaria Angkat Cerita Tenttang Orang-orang yang Terbuang

Lola Amaria dalam pemutaran Film Eksil di Metropole XXI Jakarta pada Senin (25/9).

JawaPos.com - Film Eksil garapan sutradara Lola Amaria mengangkat cerita menyentuh yang menonjolkan sisi kemanusiaan dari sejumlah orang yang diasingkan atau dibuang dari Indonesia setelah mereka berada di luar negeri.

Film ini mengangkat sisi lain dari peristiwa tragedi tahun 1965 dengan melakukan wawancara secara langsung orang-orang yang sengaja dibuang oleh penguasa pada saat itu.

Alhasil, mereka pun tidak diurus oleh pemerintah Indonesia sampai mengakibatkan mereka kesulitan untuk kembali ke Indonesia, terpisah dari keluarga, bahkan sampai mengalami stateless.

Ada juga yang memutuskan menjadi warga negara asing demi menjamin kehidupan mereka setelah sempat mengalami stateless. Ada juga yang meninggal dunia di luar negeri tanpa kemballi ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Film Eksil menggugah hati mengetuk nurani para penonton tentang kehidupan mereka di luar negeri. Yang membanggakan, meski mereka sudah puluhan tahun tinggal di luar negeri, perasaan rindu yang sangat dalam untuk kembali ke kampung halaman masih sangat tinggi.

Lola Amaria mengatakan, film dokumenter yang diganjar penghargaan sebagai film Dokumenter Panjang Terbaik di FFI 2023 sejatinya sudah dipersiapkannya cukup lama sejak beberapa tahun silam.

“Proses pembuatan film ini panjang dan lama sekali. Untuk bertemu dengan mereka (para eksil) tidak gampang. Saya dari tahun 2013 sudah merencanakannya," kata Lola Amaria usai acara nobar di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (7/12).

Dia mengungkapkan, untuk menembus para eksil yang tersebar di sejumlah negara dan melakukan wawancara secara langsung bukan perkara mudah. Lola Amaria sempat dicurigai sebagai orang suruhan hingga narasumbernya tiba-tiba meninggal dunia.

Baca Juga: Gegara Proyek Alun-Alun Kota Kediri Mangkrak, PKL Keluhkan Penurunan Omzet

"Untungnya saya punya teman di sana, diyakinkan kalau saya ini memang tukang buat film. Di tengah perjalanan para narasumbernya, ada yang meninggal karena mereka sudah pada tua," tutur Lola Amaria.

Lola Amaria punya tekad film Eksil ini harus jadi. Alhasil, dia pun menerbangkan kru ke Eropa selama 3 bulan untuk mengambil gambar dan melakukan wawancara dengan orang-orang yang terbuang dari negaranya sendiri.

Proses syuting film ini dilakukan di sejumlah negara, salah satunya di Belanda. Setelah proses syuting film ini jadi, proses penyelesaian filmnya sempat tertunda cukup lama.
 
“Ada banyak proses yang kami jalankan. Dan dengan durasi sekitar dua jam, yang disampaikan ini juga harus sangat jelas," paparnya.

Lola Amaria menggarap film Eksil tujuannya agar menjadi pembanding dari film G30S/PKI yang kerap diputar setiap tahunnya. Dia pun berharap generasi muda bisa mengetahuinya juga dari versi yang berbeda supaya ada perbandingan.

"Ini yang bicara orangnya langsung yang mereka dibuang tidak boleh pulang ke Indonesia. Mereka punya cerita yang jujur tentang hal itu,” tegas Lola Amaria.

Dia pun mengaku sedang melakukan komunikasi dengan pihak bioskop untuk menentukan jadwal penayangan film Eksil yang memiliki durasi sekitar 119 menit. Lola Amaria  ingin karyanya tersebut diputar di bioskop.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore