Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 19.23 WIB

Semasa Hidup, Sulli Ungkap Alasan Dirinya Memaafkan Para Penyebar Ujaran Kebencian dalam Film Dokumenter 'Persona: Sulli'

Mendiang Sulli dalam dokumenter Persona: Sulli. (Istimewa)

JawaPos.com - Proyek terakhir Sulli, aktris dan mantan anggota girl group f(x), yaitu Dear Jinri dan 4: Clean Island dirilis dalam satu film dokumenter berjudul Persona: Sulli di platform streaming Netflix.

Dalam film dokumenter berformat wawancara tersebut, artis yang bernama asli Choi Jinri tersebut membicarakan tentang beberapa topik, termasuk menjadi idol K-pop, berada di bawah tekanan, dukungannya pada perempuan, dan semua ujaran kebencian yang diarahkan padanya.

Dalam balutan kemeja putih dan celana jeans, Sulli menjawab beberapa pertanyaan dari topik-topik tersebut.

Salah satunya adalah mengungkapkan bahwa idol K-pop seharusnya memiliki semacam persatuan yang melindungi mereka.

“Kami sangat membutuhkannya (persatuan idol K-pop). Saya tidak merasa orang menganggap selebriti adalah manusia. Mereka tidak melihat kami sebagai manusia,” kata Sulli.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa orang-orang menganggap selebriti adalah sebuah produk dan harus menjadi produk terbaik dan berkualitas tinggi bagi publik.

“Kami pada dasarnya adalah boneka. Siapa yang peduli kalau aku kelelahan?” ungkapnya.

Meski begitu, mendiang Sulli mengaku merasa sangat mencintai anggota girl group f(x) dan bagaimana mereka masih saling mendukung satu sama lain.

“Saya mencintai mereka. Kami saling mendukung. Kami mengatakan satu sama lain bahwa kami akan menjalani segala hal bersama sebagai sebuah tim,” ujar Sulli.

Mendiang Sulli terkenal dengan gerakan feminisme dan dukungannya terhadap sesama perempuan yang sering ia lakukan melalui media sosial.

“Pria berbicara secara terbuka tentang seks atau tentang keinginan atau ketidakpuasan mereka. Laki-laki dipuji karena berterus terang mengenai hal-hal tersebut, namun ketika perempuan melakukan hal yang sama, mereka ditegur karena terlalu vulgar,” ujar Sulli.

Sulli mengatakan, ia telah membebaskan dirinya dari rasa malu yang ia alami dan derita sendirian dengan mengekspresikan diri sebagai perempuan dengan lebih bebas.

Namun ironisnya, beberapa kasus ujaran kebencian yang terjadi selama hidup Sulli justru dilakukan dan disebarkan oleh perempuan.

Sang sutradara kemudian menanyakan pada Sulli tentang alasannya memaafkan para oknum yang menyebarkan ujaran kebencian padanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore