
PUASKAN COLDPLAYERS: Coldplay hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Music of the Spheres World Tour pada Rabu (15/11) malam.
JawaPos.com – Rabu (15/11) malam jadi hari yang tak terlupakan bagi para penggemar Coldplay yang menyaksikan langsung konser Music of the Spheres World Tour di Jakarta. Desain panggung yang unik dengan permainan cahaya laser serta bola-bola berbentuk planet yang bertebaran bikin konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, itu semakin seru.
Apalagi, seluruh penonton juga dibekali xyloband, wristband recycling yang mengeluarkan cahaya berwarna-warni. Sepanjang dua jam acara, Chris Martin, Guy Berryman, Will Champion, dan Johnny Buckland mengajak puluhan ribu Coldplayers Indonesia ’’keliling luar angkasa’’ sembari menyanyikan hit kondang mereka dari album pertama Parachutes (2000) hingga yang terbaru Music of the Spheres (2021).
Higher Power, Adventure of a Lifetime, dan Paradise menjadi pembuka konser yang sempurna. Di lagu Everglow, Chris bernyanyi sembari bermain piano bersama Airin dan Rudy, dua penonton laki-laki dan perempuan yang dipilihnya secara acak. ’’Airin, kamu adalah satu dari 80 ribu orang di sini sebagai perwakilan mereka,” sapa Chris.
Sementara kepada Rudy, Chris mengabulkan permintaan fansnya tersebut. Di atas panggung, Rudy membawa fan sign yang bertulisan harapannya agar sang vokalis menyanyikan Everglow untuk ibunya. ’’Kamu mau aku menyanyikan itu untuk ibumu di sana? Baiklah, kalian duduk di sini dan kita nyanyi bersama,” ujar Chris.
Sorot lampu yang tertuju hanya kepada mereka dan denting piano bikin suasana konser mendadak syahdu. Suasana kembali meriah saat intro My Universe dimainkan. Di lagu tersebut, Coldplay menghadirkan kolaboratornya, BTS, dalam format virtual. Chris lagi-lagi membawa Coldplayers ke dunia mereka yang penuh warna.
Kejutan lain saat mereka tampil mengenakan topeng alien di lagu Something Just Like This. Chris juga membawakannya dengan format berbeda, yakni menggunakan bahasa isyarat. Di SUGBK, Coldplay juga menyerukan isu kemanusiaan dan perdamaian.
Dan menyoroti tragedi yang terjadi di belahan negara lain dalam beberapa waktu terakhir. ’’Saat ini begitu banyak hal yang terjadi di dunia seperti di Timur Tengah dan lainnya membuat kami khawatir dan emosional,” ucapnya setelah menuntaskan lagu Sparks.
Dia pun mengajak penonton untuk mengirimkan cinta kepada dunia dengan berdiam sejenak selama 12 detik sembari mengangkat tangan berbentuk hati. Chris menegaskan bahwa Coldplay menentang aksi terorisme dan bentuk kekerasan lainnya.
’’Kami tidak mendukung terorisme, penindasan, atau penjajahan. Kami percaya setiap orang bebas menjadi diri sendiri. Dan kita semua bisa bekerja sama meski terkadang tidak selalu saling setuju,” tegas Chris.
Penonton yang sudah girang bisa menjadi saksi sejarah konser Coldplay pertama di Indonesia semakin bahagia karena tiba-tiba grup Maliq & D’Essentials muncul. Angga Puradiredja dkk membawakan lagu Senja Teduh Pelita ditemani Chris. Setelah itu, Coldplay menutup penampilan mereka dengan lagu Biutyful. Malam itu terasa sangat berkesan lantaran grup musik asal Inggris tersebut memberikan kejutan yang tak henti-henti.
Bukan cuma penonton, Chris juga terpukau dengan kerumunan Coldplayers Indonesia yang memadati area SUGBK. ’’Kami baru menyadari, ini adalah pertunjukan pertama kami di sini. Kalian adalah penonton terbaik yang pernah kami lihat,” katanya.
Kekasih Dakota Johnson itu pun meluapkan isi hatinya soal kesan pertamanya menginjakkan kaki di ibu kota. ’’Lalu lintas di sini sangat gila. Macet dan saya rasa itu sial sekali, menyebalkan,” ucap dia. Meski begitu, Chris mengaku ingin kembali ke Jakarta untuk menemui para penggemarnya.
’’Kalian begitu menakjubkan. Aku sangat bahagia berada di sini. Terima kasih telah menunggu ribuan hari untuk melihat kami di sini. Kami akan kembali, aku janji!” ujar Chris. Total ada lebih dari 20 lagu yang dibawakan malam itu. Termasuk Viva la Vida, Hymn for the Weekend, Yellow, Clocks, A Sky Full of Stars, Fix You, dan lainnya.
Sayang di balik kemeriahan itu, tidak sedikit pemilik tiket yang gagal menyaksikan aksi panggung idolanya. Sebab, ada kesalahan teknis yang diduga dari pihak promotor. Banyak yang mengeluhkan pengalaman pahit mereka di media sosial seperti Instagram, X, dan TikTok.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
