Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2016 | 16.07 WIB

Morfem Biaskan Genre di Album Dramaturgi Underground

Morfem saat peluncuran album Dramaturgi Underground - Image

Morfem saat peluncuran album Dramaturgi Underground

JawaPos.com - Band indie rock asal Jakarta, Morfem akhirnya merilis album baru. Butuh tiga tahun bagi mereka menggarap album ketiga tersebut. 



Baru lah pada Kamis (10/11) malam album berjudul Dramaturgi Underground itu diluncurkan.



Peluncuran album anyar milik Morfem ini digelar dalam acara Thursday Noise Vol.9. Bertempat di Eco Bar Kemang, Jakarta Selatan. Pesta dibuka oleh penampilan band The Rang-Rangs, The Jansen, dan Gascoigne.



Saat ditemui sebelum acara, Jimi Multhazam selaku vokalis Morfem menceritakan seputar album Dramaturgi Underground. 



Menurutnya, album ini memang dinantikan sejak tiga tahun lalu. Morfem menggarapnya di tengah gonta-gonti personel hingga konflik internal.



"Akhirnya bisa kita atasi, meski dramanya panjang banget. Kita sepakat menamakannya Dramaturgi Underground. Dramaturgi dari cerita kita, sedangkan Underground dari judul lagu dalam album," kata Jimi Multhazam di Eco Bar Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (10/11) malam.



Album Dramaturgi Underground berisi delapan lagu. Materi dikemas secara baru oleh Morfem. Dari segi musik, grup yang diisi Jimi (vokal), Pandu (gitar/vokal), Freddie (drum), dan Yusak (bass) itu seakan membiaskan genre. Meski tetap berpusar pada indie rock tapi Morfem memasukkan berbagai unsur seperti hardcore dan punk.



"Efek bising banyak yang dikerjakan sama Pandu. Pokoknya gitar dulu kedengaran, baru aransemen lain," jelas Jimi.



"Agak membiaskan genre, soalnya ada juga beberapa mood lain yang ditampilkan," sambungnya.



Apik di bagian suara, Morfem tidak melupakan sisi visual di album Dramaturgi Underground. Bahkan untuk album ini Jimi sengaja menggandeng sepuluh seniman untuk mengerjakan artwork. 



Delapan lagu ditambah cover bahkan mempunyai disain tersendiri. 



Semua dikerjakan masing-masing seniman tersebut. Ada pun seniman yang terlibat yakni Aprilia Apsari, Ahmad Djali Rizzali, Ahmad 



Madfire Muarif, Argy Pradypta, Farid Stevy, Gama Dwisetya, Marishka Soekarna, Rato Tanggela, Reza Pradipto, dan Ricky Malau.



"Muncul ide saat Thursday Noise, makanya kita jadiin aja buat kolaborasi artwork album. Minta support pada teman-teman.Gue kirim lirik buat divisualkan," ucapnya pelantun Gadis Suku Pedalaman itu. 



"Album Morfem ini harus poll. Makanya kemasan harus total juga, setiap lagu ada artworknya," imbuhnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore