
Tangkapan layar pembacaan proklamasi ala Syakir Daulay.
JawaPos.com – Aktor Syakir Daulay baru-baru ini tengah menjadi sorotan dan warganet di media sosial. Dia baru saja mendapat teguran keras atau somasi dari ikatan alumni Universitas Bung Karno (UBK) bersama Pengurus Advokat Perkumpulan Pengacara Islam dan Penasihat hukum Islam.
Somasi yang itu dipicu promosi film "Imam Tanpa Makmum" yang dibintangi Syakir Daulay. Dalam film tersebut, Syakir Daulay juga merupakan sutradara. Dia mengunggah video berjudul Proklamasi di Instagram pribadi pada Sabtu (26/8).
Dalam video berdurasi dua menit empat puluh sembilan detik itu, Syakir tampak mengenakan peci hitam dan memegang selembar kertas sambil berbicara di depan mikrofon layaknya Presiden Soekarno saat membacakan teks proklamasi 1945.
Meski diberi judul Proklamasi, tetapi isinya bukan naskah kemerdekaan Indonesia. Melainkan promosi untuk film "Imam Tanpa Makmum".
Dalam video tersebut juga berlatar para pejuang kemerdekaan pada 1945 dengan Syakir yang membaca tulisan di kertas yang dipegang dengan nada sama seperti sang proklamator, Presiden Soekarno.
"Kami jomblo jomblo bangsa Indonesia menyatakeun, keprihatinan kami terhadap perfilman Indonesia. Hal hal mengenai film percintaan dan perhororan membuat kami semakin kesepian, karena tidak ada yang mau diajak jalan," ucap Syakir Daulay berpidato dalam video yang ia unggah yang juga dijadikan caption di Instagram @syakirdaulay yang dikutip oleh JawaPos.com.
"Maka dari itu, kami jomblo jomblo bangsa Indonesia menyatakeun, akan merilis film yang berperikejombloan. Hal-hal mengenai judul film, penayangan dan lain lain akan kami nyatakeun dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," ungkap Syakri dalam video yang sama.
Video promosi filmnya inilah yang membuat ikatan alumni UBK bersama Pengurus Advokat Perkumpulan Pengacara Islam dan Penasihat hukum Islam melayangkan somasi terbuka terhadap Syakir Daulay.
"Kami Alumni mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK), bersama beberapa Pengurus Advokat Perkumpulan Pengacara Islam dan Penasehat hukum Islam Indonesia (PPIPHI), akan somasi terbuka saudara Syakir Daulay" ujar Ketua Jaringan Alumni mahasiswa UBK, Arifin Zainal, dalam keteranganya.
"Saat pengumuman tayang film "Imam Tanpa Makmum" telah melencengkan isi makna teks proklamasi kemerdekaan Indonesia serta menjadikan olok-olokan lelucon teks kemerdekaan yang di buat para pendiri Bangsa ini Bung Karno dan Bung Hatta serta para perumus teks proklamasi kemerdekaan,” sambungya.
Ketua Pengagum Ajaran Bung Karno, Moh. Sofyan, mengecam tindakan Syakir. Menurut dia, teks proklamasi adalah hal sakral bagi bangsa dan rakyat Indonesia yang tidak sepantasnya dibelokkan menjadi komersialisasi, apalagi bahan lelucon.
"Maka dengan itu, kami meminta saudara Syakir Daulay untuk meminta maaf secara terbuka kepada keturunan para pendiri bangsa ini serta rakyat Indonesia. Atas penayangan filmnya ada adegan teks proklamasi serta ada logo simbol Negara bendera merah putih yang diatur dalam undang-undang No. 24 tahun 2009, tentang simbol-simbol negara, salah satunya Bendera sang saka merah putih," tandasnya.
“Apabila Syakir Daulay mengabaikan somasi terbuka kami akan melakukan langkah-langkah hukum, serta tindakan hukum secara Perdata maupun Pidana," tutup Moh. Sofyan.
Dilihat dari kolom komentarnya, warganet sudah mengingatkan Syakir kala mengunggah video tersebut. Mereka meminta Syakir agar berhati-hati, karena kontennya menyangkut hal yang sensitif.
Sampai artikel ini ditulis video yang diunggah Syakir tersebut belum di take down dan masih ada di instagram pribadinya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
