
Salah satu adegan Daniel Mananta sebagai Ahok dalam film
JawaPos.com - Sutradara Putrama Tuta, mengadaptasi buku A Man Called Ahok karangan Rudi Valinka ke dalam sebuah film dengan judul yang sama. Sesuai dengan judulnya, sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi karakter utama dalam film tersebut.
Adegan film dimulai dengan rekaman suara Ahok yang mengimbau para simpatisannya untuk berhenti menggelar aksi damai di depan Mako Brimob. Saat itu, Ahok pertama kali dipindahkan dari tahanan Polda Metro Jays menjadi tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Kemudian, alur dimulai dengan Ahok yang duduk di bangku SMP, pada tahun 1976. Alur terus bergerak maju menggambarkan kehidupan seorang Ahok dengan keluarganya. Khususnya, bagaimana sang ayah, Kim Nam, mendidiknya menjadi seorang tauladan.
Konflik demi konflik sebagai seorang berdarah Tionghoa kerap ditunjukkan dalam tiap adegan. Pasalnya, hal itu nyata dialami Ahok dalam perjalanan hidupnya.
Ada satu adegan yang epic dalam film menurut penulis. Saat itu, Ahok remaja sedang mempertanyakan kegelisahannya pada sang ayah. Juga kecintaan sang ayah, pada Tanah Air Indonesia.
'Pa, sebetulnya kita ini orang Cina atau orang Indonesia sih?,"
Nilai-nilai kemanusiaan begitu diajarkan Kim Nam kepada Ahok. Alasan Ahok berjuang sedemikian kerasnya untuk berkuasa pun terbongkar lewat film ini.
Sayangnya, perjalanan asmara Ahok bersama Veronica Tan tidak dicantumkan dalam film. Mantan istri yang bertahun-tahun mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya sekilas dimunculkan saat mengunjungi Ahok di Mako Brimob untuk menjadi penyampai surat terbuka Ahok.
Rupanya, 21 tahun kebersamaan Ahok dan Veronica sengaja tidak ditampilkan dalam film. Sebab, diketahui keduanya sudah resmi bercerai pada April 2018 lalu.
Menurut sang sutradara A Man Called Ahok , Putrama Tuta, film didesain untuk generasi masa depan dan memberi tahu mereka tentang adanya sosok seperti Ahok. Dia menegaskan bahwa film ini lebih menonjolkan asal usul karakter Ahok terbentuk, serta kedekatannya dengan sang ayah, Kim Nam.
"Ini film tentang pentingnya keluarga pada hidup seseorang. Saya dari dulu memang mau buat film drama keluarga yang bisa menginspirasi banyak orang. Kalau asmaranya ditampilkan takut terpecah fokusnya," kata Putrama Tuta, ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11).
Film A Man Called Ahok ini akan tayang serentak di bioskop pada 8 November 2018 mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
