
Aktor Edward Akbar mengaku hampir gila perankan karakter antagonis di film Foxtrot Six.
JawaPos.com - Usai memerankan sosok Wisnu dalam film terbarunya, Foxtrot Six, aktor Edward Akbar mengaku sempat kesulitan melepas karakter antagonis tersebut.
"Asik sih (jadi aintagonis), kelihatannya kalau lu jadi gue juga pasti pengin main kayak gitu lagi, asik. Cuma bahaya," ungkap Edward Akbar saat ditemui usai acara gala premiere Foxtrot Six Movie di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).
Apalagi, ini kali pertama Edward terlibat dalam film baku hantam, dan menjadi pengalaman pertama yang membuatnya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendalami karakternya.
"Karena pasti seorang Wisnu nggak merasa bahwa dirinya jahat kan, cuma lebih dalam jiwanya. Ya, cukup berat sih karakter ini, karena kemungkinan untuk terjebak dalam karakter ini sangat besar. Tapi, senangnya adalah kalau bisa total kenapa nggak," paparnya.
Mendalami karakter Wisnu, cukup membuat Edward cemas karena terbawa ke kehidupan aslinya. Butuh waktu lebih dari setengah tahun untuk kembali seperti semula karena Edward benar-benar sangat mendalami perannya yang 'gila' itu.
"Untung kita punya agama ya, jadi nggak bunuh diri. Kalau aktor di luar negeri banyak mereka terlalu dalam (masuk ke karakter), nggak punya pegangan mereka gila sendiri," jelas Edward.
"Ngeri, (imbas) ke beberapa orang terdekat iya, tapi untungnya yang tadi saya bilang Kim (Kimberly Ryder) lagi di luar, lagi selesain sekolah, jadi aman. Secara psikis, takut selalu ada. Rasa takut itu ada," lanjutnya.
Setengah tahun akhirnya Edward Akbar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengalihkan energi negatif dari sisa karakter Wisnu yang masih melekat. Karakter Wisnu pun menjadi karakter tersulit bagi suami Kimberly Rider ini.
"Salat aja yang rajin, psikiater juga dia nggak ngerti dong dia nggak pernah main film, main musik (juga) mengalihkan dengan musik," tutup Edward.
Foxtrot Six bercerita tentang situasi kelaparan yang melatarbelakangi pemberontakan di Indonesia pada masa depan. Dikisahkan, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan pemberontak yang kejam.
Naskah Foxtrot Six sendiri telah dipersiapkan sejak 8 tahun silam. Ide cerita berangkat dari Randy Korompis selaku penulis naskah yang merangkap sutradara. Sementara itu, Mario Kassar, produser film Rambo dan Terminator juga terlibat sebagai produser eksekutif di bawah bendera Rapid Eye Pictures untuk mendistribusikan film di luar negeri.
Kemudian, distribusi dalam negeri dipegang oleh produser Manoj Punjabi di bawah bendera MD Pictures. Foxtrot Six dijadwalkan rilis di bioskop 21 Februari 2019.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
