Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 November 2015 | 21.14 WIB

Melanjutkan dan Menyempurnakan

Olga Lydia - Image

Olga Lydia

FESTIVAL Film Indonesia atau FFI, sebuah perhelatan besar dalam industri perfilman tanah air, telah terlaksana Senin lalu (23/11). 



Terlepas dari kekurangan dan perbaikan yang terjadi, ada beberapa catatan yang ingin saya bagikan di sini.



Kredibilitas hal yang terpenting dalam sebuah kompetisi. 



Saya beruntung karena tinggal melanjutkan sistem seratus juri yang sudah dilakukan panitia FFI 2014.



Saya juga melanjutkan kerja sama dengan Deloitte, perusahaan akuntan publik yang masuk empat besar dunia untuk memverifikasi hasil penjurian. Sistem serupa dilakukan di The Oscars. 



Pesta film dunia itu menggunakan Price Waterhouse Coopers untuk verifikasi, juga salah satu di antara empat besar/the big four perusahaan akuntan publik.



Dengan begitu, hasil yang ada lebih kredibel serta jauh dari isu sogok dan suap. Selain itu, tahun ini ditambahkan sistem online dan panduan penilaian para juri. 



Panduan tersebut dibuat oleh tiap-tiap asosiasi profesi untuk mengurangi subjektivitas dalam penjurian. 



Hasil penjurian, khususnya untuk film-film terbaik, juga menarik. Yang pertama adalah A Copy of My Mind dengan Joko Anwar sebagai sutradara dan Siti garapan Eddie Cahyono. 



A Copy of My Mind telah berhasil mengibarkan bendera Indonesia untuk kali pertama dalam sejarah film Indonesia sejak 1950 di Venice Film Festival dengan menjadi salah satu finalis.



Film itu akhirnya membawa sang sutradara, Joko Anwar, menjadi sutradara terbaik FFI 2014. Sedangkan Siti, yang telah berjaya di Singapura, Shanghai, Toronto, dan Warsawa, kini menjadi film terbaik FFI 2015



Ada juga film Mencari Hilal yang masuk Tokyo International Film Festival, lalu Guru Bangsa Tjokroaminoto dan Toba Dreams yang mendapat animo luar biasa saat diputar dalam rangkaian FFI 2015



Pengamatan yang saya lakukan menunjukkan bahwa film-film itu membawa para penontonnya untuk membumi, bukan bermimpi. 



Menggambarkan manusia secara riil. Bahkan, Siti dan A Copy of My Mind mampu menggambarkan kesederhanaan serta kemiskinan tanpa harus mendayu-dayu. 



Dua film itu direncanakan rilis untuk penonton Indonesia pada awal 2016.

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore