
KOMPAK: Artis dan pendukung film Jomblo berpose bersama.
JawaPos.com - Sineas Indonesia sedang hobi me-remake film. September lalu, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 meledak di pasaran. Kini, film Jomblo yang laris manis ketika dirilis pada 2006 sedang dibuat kembali. Dengan formula baru tentunya.
---
PROSES produksi remake film Jomblo memasuki hari ke-16 Senin lalu (3/4). Pengambilan gambar dilakukan di Dapur Film, Ampera, Jakarta Selatan, yang juga merupakan kantor sutradara Hanung Bramantyo.
Dia kembali mengarahkan Jomblo dan menggandeng Falcon Pictures sebagai production house (PH). Penulis novel Jomblo yang menjadi inspirasi film tersebut, Adhitya Mulya, juga kembali didapuk sebagai penulis skenario.
Selain di Dapur Film, syuting dilakukan di Universitas Pancasila, Jakarta, dan Universitas Indonesia, Depok. Kru mengambil adegan-adegan kehidupan kuliah keempat tokoh utama.
’’Kami sudah mengambil 80 persen gambar. Hari ini kami mengambil scene yang membutuhkan penggunaan blue screen,’’ ujar Jojo ’’X-Jo’’, codirector yang memimpin syuting, Senin lalu.
Penggunaan blue screen, tambah Jojo, bertujuan membuat adegan imajiner.
Yakni, scene yang ditambahi berbagai animasi yang membuat film lebih komikal. Misalnya, balon chat WhatsApp. ’’Di film remake ini, saya mau menambahkan unsur baru, yakni penggunaan aplikasi dan media sosial,’’ ujar Hanung yang ditemui di Plaza Senayan kemarin sore (4/4).
Ketika me-remake film, tambah Hanung, sineas harus menyertakan unsur kebaruan. Dalam hal ini, suami Zaskia Adya Mecca tersebut ingin memasukkan gaya hidup khas generasi milenial yang digital savvy serta gadget addict. ’’Kalau Jomblo yang 2006 itu kehidupan generasi 90-an. Peran gadget dan media sosial tidak semasif sekarang,’’ tambah dia.
Hanung memberikan contoh adegan. Dalam Jomblo versi 2006, empat tokoh utama, yakni Bimo, Agus, Doni, dan Olip, berusaha mengejar cewek dengan cara klasik seperti telepon rumah, surat, dan mengajak kenalan langsung. Di versi sekarang, cara mereka mengejar cinta berbeda. Yakni, dengan stalking di media sosial, follow akun, hingga mengirim pesan lewat aplikasi komunikasi.
Pria yang bakal merilis Kartini pada 18 April itu lantas menceritakan, ide membuat ulang Jomblo muncul tahun lalu. Saat itu Hanung ingin membuat film komedi romantis yang dekat dengan kehidupan generasi milenial. Pria 41 tahun tersebut memilih me-remake Jomblo yang menjadi ikon film komedi romantis 11 tahun lalu.
’’Premis Jomblo pada 2006 adalah jomblo itu memalukan. Nah, pada versi remake, premisnya tidak apa-apa kok kalau seseorang menjadi jomblo,’’ jelas Hanung. Dengan menambahkan premis dan nuansa anyar pada versi baru, Hanung yakin Jomblo bisa mendapat tempat di hati penonton.
Hanung menawarkan ide itu kepada tiga PH. Yang menyambut baik adalah Falcon Pictures. Dengan menggandeng Falcon yang sukses dengan remake Warkop DKI, optimisme Hanung makin besar. Falcon memang merupakan salah satu PH yang sukses dengan film komedi. Selain Warkop DKI, film My Stupid Boss masuk dalam jajaran 10 film terlaris Indonesia sepanjang masa.
Frederica, produser, mengungkapkan bahwa ide Hanung untuk membuat ulang Jomblo sangat bagus. Dia melihat bahwa film-film komedi yang berkisah tentang jomblo diterima masyarakat dengan cukup baik. ’’Selama empat tahun terakhir, film-film bertema jomblo selalu berhasil masuk dalam jajaran 10 film Indonesia terlaris,’’ jelas Erica, sapaan akrabnya.
Misalnya, Cinta Brontosaurus (2013) ditonton 892.915 orang dan Marmut Merah Jambu (2014) disaksikan 640.682 penonton. Lalu, ada Single (2015) yang meraup 1.351.324 penonton serta yang tayang tahun lalu, Koala Kumal, disaksikan 1.863.541 penonton. Karena itu, Erica optimistis Jomblo versi 2017 bisa sukses.
Apalagi, Jomblo adalah film yang sukses pada zamannya. Penonton Jomblo (2006) mencapai 600 ribu orang. Tergolong besar kala itu. Jika disesuaikan dengan inflasi, pendapatannya sekitar Rp 21 miliar.
Apa ekspektasi Erica untuk Jomblo versi baru? ’’Targetnya 1 juta penonton,’’ ujar peraih gelar Producer of The Year Indonesia Box Office Movie Awards 2017 tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
