Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 September 2017 | 02.41 WIB

Blangkon Merah dan Gamelan Jadi Andalan Gamelawan Eksis di YouTube

Kholis Kurniawan atau yang familier di YouTube sebagai Gamelawan (paling kanan) - Image

Kholis Kurniawan atau yang familier di YouTube sebagai Gamelawan (paling kanan)

JawaPos.com - YouTube kini jadi salah satu wadah orang untuk mencari mata pencaharian. Lewat aplikasi tersebut, banyak orang yang menjajal peruntungan dengan menjadi YouTubers. Salah satunya adalah Gamelawan.


Pria bertubuh ceking itu nampak happy saat beberapa orang mengajaknya berswafoto, Jumat (22/9) di sela-sela acara Maarif Institute. Meskipun baru saja naik ke atas panggung sekitar setengah jam, Kholis Kurniawan atau yang familier di YouTube sebagai Gamelawan, tidak sedikitpun menunjukkan gurat keletihan. Dia masih terlihat energik.


Gamelawan mulai tampil di YouTube tahun 2015. Mereka dikenal netizen karena menyanyikan lagu Despacito versi Bahasa Jawa. Dengan konsep mengkombinasikan lagu kekinian dan instrumen gamelan, mereka sukses merebut hati pengguna YouTube. Saat ini akun YouTube Gamelawan punya 129 ribu subscriber.


Gamelawan digawangi lima personil. Selain Kholis, ada Alang, Aul, Juna, dan Dian. "Kalau dengan crew, kami punya sebelas orang," tutur Kholis kepada JawaPos.com


Selama ini Kholis selalu memakai blangkon merah dan batik. Itu menjadi ciri khasnya. "Kalau perform selalu saya pakai. Selain lebih percaya diri juga untuk menunjukkan identitas sebagai orang Jawa. Kalau ke mal ya nggak usah dipakai," kelakarnya.


Gamelawan PD tampil anti mainstream. Dia menuturkan, batik yang dikenakannya itu asli dari desanya. Yakni Desa Sendang Agung, Paciran, Lamongan.


Sebelum merengkuh sukses seperti sekarang, Gamelawan telah melalui lika-liku proses yang terjal. Kholis sendiri, sempat mengikuti audisi Indonesian Idol pada tahun 2012. Namun gagal.


Saat pertama kali membuat akun YouTube pada tahun 2015, Gamelawan juga tidak langsung sukses. "Awal bikin YouTube itu ngupload foto-foto dokumentasi pribadi. Ya nggak ada yang lihat," tuturnya sembari cengengesan.


Namun hal itu tak membuat Gamelawan patah semangat. Setelah menemukan ide untuk mengkombinasikan lagu barat dengan gamelan, Gamelawan sukses. Lagu kedua berjudul Kun Anta yang mereka unggah mampu menggaet 1 juta viewers.


Setelah itu Gamelawan meremake lagu Despacito yang memang hits tahun ini. "Jadi fleksibel aja, ngikutin apa yang sedang tren saat ini. Nanti kami juga akan coba mengkombinaskikan gamelan dengan musik DJ," ucap pria berusia 27 tahun tersebut.


Gamelawan juga pernah berduet dengan putra Presiden Jokowi Kaesang Pangarep. Saat proses pembuatan video tersebut, sempat ada dua Paspampers yang mengawal. "Kaesang orangnya baik. Dia gaul, dan sepertinya tidak tertarik dengan politik," ucapnya.


Semakin tinggi pohon, tentu semakin terjal angin yang menerpanya. Begitu pula dengan Gamelawan. Semakin mereka sukses, banyak haters yang mencelanya.


Rata-rata para haters nyinyir soal orisinalitas karya Gamelawan. Mereka menuding Gamelawan menjiplak lagu.


Kritikan tersebut tak diambil hati oleh Gamelawan. Mereka tetap yakin bisa menyuguhkan hiburan yang apik. Dengan tetap mempertahankan ciri khas Jawa. "Gak perlu dijawab macam-macam apa kata haters. Kami butuh kritik untuk terus maju," jelas Gamelawan.


Semakin bergulirnya waktu, semakin banyak pula tantangan yang dihadapi. Selain haters, Gamelawan juga harus bersaing dengan YouTubers lain yang juga mengusung tema Jawa. Bagi mereka, yang terpenting adalah tetap produktif membuat karya. "Kendalanya memang soal inkonsisten mengunggah video baru. Kemarin-kemarin sempat mandek beberapa saat," lanjutnya lagi.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore