
Moammar Emka
JawaPos.com - Label #MusikBagus kembali mempersembahkan rilisan terbaru. Kali ini adalah sebuah single baru beraliran jazz berjudul Permisi yang dinyanyikan oleh Moammar Emka.
Lagu tersebut sangat spesial karena lirik dan lagunya diciptakan langsung oleh Moammar Emka. Sementara Mondo Gascaro bertindak sebagai produser, dan dilengkapi imbuhan piano statement dari Ali Akbar Sugiri.
“Lagu ini adalah sebuah ekspresi dan apresiasi dari seorang penulis kenamaan Indonesia terhadap seni musik. Kurasi musikal yang dikerjakan sepenuh hati oleh Mondo Gascaro mampu menampilkan kemegahan aransemen yang timbul tenggelam dari rilisan kita selama ini," kata Glenn Fredly sebagai founder #MusikBagus kepada JawaPos.com, Selasa (17/10).
Moammar Emka dikenal luas sebagai penulis puluhan buku dari Indonesia. Di antara sekian banyak judul buku yang telah dirilisnya, tetralogi Jakarta Undercover menjadi salah satu judul buku yang paling menonjol. Buku itu mampu melejitkan perjalanan karier pria berkacamata kelahiran 13 Februari 1974 di Desa Jetak, Montong, Tuban, Jawa Timur itu.
Emka dikenal memiliki pembawaan yang luwes dan mampu beradaptasi dengan semua kalangan dan sangat konsisten melanglang buana di medium komunikasi publik khususnya industri hiburan. Sebelumnya tidak banyak yang mengetahui kalau Emka memiliki kebiasaan dan kepekaan dalam mencipta lirik dan lagu.
Gagasan untuk merilis lagu Permisi diawali dengan perbincangan santai antara Emka dan #MusikBagus yang diawali dan diakhiri dengan mendengarkan demo lagunya yang masih sangat dasar.
"Saya terhenyak saat mendengar pandangan dari #MusikBagus yang cukup eksploratif untuk lagu Permisi. Terus terang, lagu ini memiliki hubungan emosional yang mendalam dan sebelumnya saya biarkan mengalir begitu saja tanpa konsep. Saya masih nggak percaya dengan muatan musik jadinya indah banget," ujar Emka.
Selama proses produksi rekaman lagu Permisi, banyak sekali perbicangan konsep yang meruang alot namun seru dengan Mondo Gascaro sebagai produser musik. Salah satunya adalah tantangan untuk menjaga ruangan organik atas tekstur suara Emka yang diharapkan tidak berbeda jauh ketika sedang berbicara.
Ada sebuah ciri yang dipertahankan agar hasil rekaman lagu dapat dengan mudah merekat dan tidak berjarak dengan rantai pertemanan yang dirawat apik selama ini. Emka tidak disulap dan dibentuk untuk menjadi penyanyi pada umumnya. Keutamaan yang dilakoni adalah kolaborasi lintas seni untuk melahirkan sebuah opsi musik yang segar, menarik dan enak untuk dinikmati sepanjang masa.
Gugusan bunyi alat musik tiup dan orkestrasi menghadirkan harmonisasi yang sama sekali tidak memiliki beban untuk didengarkan setiap saat. Sikap Mondo Gascaro yang sejak awal memperlakukan karya cipta ini sebagai lagunya sendiri adalah sebuah kunci keindahan yang tiada berbanding.
"Lagu ini punya kemampuan untuk menjadi lagu standard jazz masa kini dan untuk itu kami berusaha agar paling tidak lagu ini dipilih sebagai lagu baru di masing-masing Playlist baru anak muda berbasis Streaming,” imbuh Ricky Hutauruk Business Director #MusikBagus. (ded)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
