
Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso.
JawaPos.com - Seri keenam MotoGP memiliki arti spesial buat Andrea Dovizioso. Pada akhir pekan nanti, balapan akan digelar di Italia yang merupakan negara kelahirannya.
Tahun lalu Dovizioso mampu memenangkan persaingan di Sirkuit Mugello. Dia jadi yang tercepat dengan catatan waktu 41 menit 32.126 detik.
Namun hasil itu seolah tak bernilai di mata sang pembalap. Sebab menurutnya, persaingan tahun ini lebih kompetitif dibanding musim lalu sehingga ia kesulitan dalam memprediksi jalannya persaingan.
"Sangat sulit memprediksi jalannya GP Italia. Apalagi tahun ini kemampuan para pembalap sangat berbeda jauh dari musim sebelumnya," kata Dovizioso yang dilansir Crash.
"Beberapa saingan kami selalu tampil cepat pada balapan dua pekan lalu. Kami sangat menyayangkan beberapa poin yang hilang dalam dua balapan terakhir. Tapi jalannya kejuaraan masih panjang. Kami yakin bisa tampil kompetitif di Mugello dan akan menunjukkan bahwa Ducati merupakan motor tercepat di semua lintasan," tambahnya.
Sepanjang karirnya, Dovizioso baru sekali memenangkan balapan di Mugello. Sementara pembalap Italia lainnya yakni Valentino Rossi sudah sembilan kali menjuarai lomba di lintasan sepanjang 5,2 Km ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
