Situasi balap MotoGP Austria tahun 2024. (Instagram @motogp)
JawaPos.com – Red Bull Ring, Austria, akan menjadi tuan rumah Grand Prix Austria MotoGP 2025 akhir pekan ini.
Dilansir dari laman Crash pada Kamis (14/8), Menurut data Brembo, yang memasok sistem pengereman untuk seluruh pembalap MotoGP, pengendara mengerem selama 33 persen putaran, dengan gaya puncak 1,5G dan beban kumulatif 1,1 ton pada tuas rem depan selama balapan.
Sirkuit sepanjang 4,348 kilometer ini memiliki 11 tikungan dengan lima zona pengereman berat dan tiga zona pengereman sedang.
Brembo menilai sirkuit Red Bull Ring sebagai salah satu yang paling menuntut dari sisi pengereman, setara dengan Buriram, Thailand, dengan skor kesulitan maksimum 6 dari 6.
Dalam satu putaran, pembalap menginjak rem selama hampir 29 detik, atau sekitar sepertiga jarak balapan. Dalam balapan penuh 28 lap, total beban yang diterapkan pada tuas rem depan mencapai 1,1 ton.
Titik pengereman paling menantang berada di Tikungan 4, di mana pembalap mengurangi kecepatan dari 301 kilometer per jam menjadi 81 kilometer per jam hanya dalam 5,2 detik sepanjang 246 meter.
Pada titik ini, gaya sebesar 5,3 kilogram diterapkan pada tuas rem, sementara deselerasi mencapai puncak 1,5G, tekanan minyak rem menembus 11,3 bar, dan suhu cakram karbon meningkat hingga sekitar 630 derajat Celsius.
Atas tuntutan teknis tersebut, penggunaan cakram depan berukuran 355 milimeter kini diwajibkan di Austria.
Sejak sirkuit ini kembali ke kalender MotoGP pada 2016, Ducati mendominasi dengan 11 kemenangan dari 13 balapan, termasuk balapan sprint. Tiga di antaranya diraih Andrea Dovizioso, yang mencatat kemenangan terakhirnya di sirkuit ini pada 2020.
Dovizioso memegang rekor rentang kemenangan terpanjang ketiga di kelas utama dengan selisih 16 tahun dan 120 hari antara kemenangan pertama dan terakhirnya, di bawah Valentino Rossi dan Loris Capirossi. Meski sudah pensiun setelah Misano 2022 dan kini bekerja bersama Yamaha, ia meninggalkan warisan penting dalam inovasi pengereman.
Pembalap Italia itu memperkenalkan kembali penggunaan rem jempol belakang Brembo untuk pengendara tangan kanan. Inovasi ini muncul karena kesulitannya mengoperasikan rem kaki konvensional pada sudut kemiringan maksimum.
Seiring berkembangnya teknik menikung di MotoGP, semakin banyak pembalap yang mengadopsi rem jempol sebagai solusi pengereman yang efektif.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
