
Valentino Rossi (kanan) mengakui lemah dalam balapan flag to flag
JawaPos.com - Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengakui bahwa dirinya bukan spesialis balapan flag to flag. Rossi yang start dari posisi kedua di MotoGP Rep Cheska hanya mampu finis di posisi ke-4.
Toh, posisi itu sejatinya hasil yang luar biasa bagi Rossi. Pasalnya, dia sempat berada di urutan ke-14 pada lap keenam. Jelang beberapa putaran terakhir, Rossi mulai melewati pembalap di depannya. Pada tikungan akhir, dia bahkan mampu menyalip Cal Crutchlow untuk finis di posisi keempat.
Rossi mengakui bahwa dirinya lemah dalam balapan flag to flag. Itu merupakan balapan yang mengharuskan berganti motor di tengah race diakibatkan perubahan kondisi cuaca. "Balapan flag to flag bukan hal yang kuat dari saya," sebutnya seperti dilansir Crash.
Dalam balapan di Rep Cheska, Minggu (6/8), Rossi membuat lelucon bahwa dirinya dan tim di pit adalah kumpulan keledai. Hal itu dipicu kru di pit tak memberikan isyarat lebih dini untuk berganti motor.
Rossi menaiki motor dengan ban basah dan ternyata kondisi lintasan cepat mengering. Dia bertahan sampai putaran kelima. Pada lap keenam, dia sempat melorot ke urutan ke-14. Rossi pada akhirnya masuk pit untuk mengganti motor dengan ban kering.
"Saya sangat senang dengan hasil ini. Karena, saya memang sati-satunya yang bodoh dalam balapan flag to flag. Kalau saya ibaratkan kami seperti keledai," imbuh Rossi.
"Selalu sulit dalam kondisi flag to flag. Yang pasti itu bukan poin saya yang lebih kuat. Tapi, pada akhirnya hasilnya tidak begitu buruk. Saya finis di urutan keempat dan saya pikir akhirnya saya bisa mengalahkan balapan flag to flag," bebernya.
Rossi menambahkan sekali lagi bahwa dirinya puas bisa finis di posisi keempat. "Bagaimanapun, keempat lebih baik dari kedelapan. Saya menikmatinya. Tapi, saya katakan, andai balapan normal saya bisa berjuang untuk naik podium," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
