Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 April 2023 | 22.00 WIB

Melawan Ruang Tunggu Kematian dengan Daya Hidup

COVER BUKU - Image

COVER BUKU

Saya pernah seperjalanan dengan Handry ke Ubud atau muhibah sastra ke Sabah, Malaysia, sebelum ia dinyatakan sakit. Sejak itu ia tak lagi ”pelesir” ke mana-mana. Namun, kami tetap berkomunikasi melalui jaringan pribadi.

Ternyata semasa di ”ruang tunggu” justru penyair ini makin produktif. Bahkan memenangi lomba cipta puisi esai se-Asia Tenggara, menerbitkan buku prosa dan puisi, dan terlibat di sejumlah antologi bersama.

Buku puisi Ruang Tunggu terbitan Kosa Kata Kita bekerja sama dengan Rumah Kertas 2023 ini bukti bahwa ”sakit” tak membunuh kreativitas. Handry ingin melawan ruang tunggu kematian dengan cara menyalakan daya hidup. Ya, ”daya hidup/adalah keberanian/mulia!” (”Quotes”, 179).

Puisi ”Quotes” yang ditulis tangan ini seakan sebagai keriangan penyair Handry yang sedang berada di ruang tunggu, dari penantian tak pasti/sekarang atau entah nanti/kita harus kembali// (”Selekas Ini”, 4).

Banyak puisi Handry TM bicara maut atau setidaknya tengah menanti antara maut dan sehat di tempat bernama ruang tunggu. Di ruang tunggu itu pula sang penyair menyaksikan serekan di situ yang lebih dahulu berpulang/pergi. Dan, diam-diam Handry merasakan ”... entah nanti/kita harus kembali”.

Betapa pedih nasib orang-orang yang berada di ruang tunggu. Saya merasakan sangat dekat, bahkan seperti mengalami, dan berada di ruang tunggu itu pula.

Intuisi dan imajinasi penyair ini begitu tajam. Ia mengendus daya hidup sekaligus ”betapa sendiri/di alam yang terus berganti” (halaman 5) untuk ”entah nanti kita harus kembali” (halaman 4).

Kembali kepada Ilahi itu pasti. Seperti dijanjikan Tuhan bahwa setiap yang bernyawa pasti mati. Tetapi, dalam perjalanan menuju kematian, seseorang bisa mengisinya dengan kebajikan dan kreativitas. Kedua ini yang akan tercatat dan dikenang.

Buku Ruang Tunggu: Puisi-Puisi 2018–2022 karya Handry TM ini menjadi catatan sekaligus kenangan ihwal perjalanan penyair dalam empat tahun menanggung sakit karena gagal ginjal.

Handry TM wafat pada 24 Februari 2023 pada usia 60 tahun. Ternyata ia mempunyai puisi bertajuk ”Februari” (halaman 24). Membaca puisi ini, saya merinding. Seakan ajal sudah tak lagi ada jarak!

Simaklah puisi ”Februari” Handry ini.

februari masih membasah, lihatlah dari jendela

aspal menghitam lembab, hujan berserat-serat

jatuh di ujung daun, di jalan khatib sulaiman

taksi merambat dari bandara kota

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore