Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2018 | 18.36 WIB

Sambut Valentine, Toko Ini Luncurkan Produk Coklat Edisi Terbatas

Coklat godiva - Image

Coklat godiva

JawaPos.com - Perayaan hari kasih sayang atau identik dengan nama Hari Valentine, menjadi moment menarik bagi berbagai macam pasangan untuk menyatakan perasaannya melalui kado berupa coklat dan bunga.


Momen seperti itu juga dimanfaatkan bagi kebanyakan toko bunga atau floris dan toko coklat di Jakarta, termasuk toko coklat Godiva.


Menurut Rika, salah satu penjaga toko, coklat-coklat yang dijual tidak ada yang diproduksi di Indonesia. Toko ini langsung mengimpor coklatnya dari Belgia.


"Semua yang dipajang ataupun yang sudah di-packing menggunakan box, barangnya langsung diimpor dari Belgia. Semua bahan baku juga dari Belgia, jadi kita tinggal menjualnya saja," katanya saat ditemui JawaPos.com, Jumat (9/2).


Toko yang berada di Plaza Indonesia, lantai satu tersebut, juga menjual coklat edisi terbatas. Karena edisi terbatas, harga yang dijual pun juga fantastis.


"Edisi Valentine ini kita jual coklat limited edition yang di packing menggunakan lambang love. Dari ke tiga ini lambang ini isinya berbeda-beda. Untuk yang paling depan isinya ada 10, yang sebelah kanan isinya ada 11, dan yang sebelah kiri isinya 12. Akan tetapi yang sebelah kanan atau dengan isi 11 harganya lebih mahal karena itu edisi yang benar-benar terbatas," kata Rika.


Rika menjelaskan, coklat yang isinya hanya 11 pieces lebih mahal dibandingkan dengan yang lain. Alasannya, di dalamnya ada bentuk yang berbeda-beda salah satunya dengan lukisan berbentuk diamond. Selain itu, ada coklat dengan warna merah muda.


"Hanya khusus untuk hari Valentine saja," ucapnya.


Harga yang ditawarkan untuk ketiga coklat tersebut yakni, untuk isi 10 dikenakan biaya sebesar Rp 450 ribu, coklat isi 11 dikenakan harga Rb 775 ribu, dan coklat dengan isi 12 dikenakan biaya seharga Rp 630 ribu.


Untuk coklat edisi terbatas, lanjut Rika, biasanya akan terjual habis pada H-3 acara Valentine. Menurutnya, hal tersebut tergolong wajar, karena toko tidak memproduksi secara massal. Apalagi, coklat yang dipajang merupakan produk impor dari Belgia.


Selain itu, Rika juga menawarkan bagi para pembeli, jika coklat tersebut hanya untuk dimakan sendiri. Pemebeli bisa membeli dengan cara hitungan per 100 gram atau dengan cara hitungan satuan.


"Ada namanya tipe Truffle, harga 100 gram Truffle dikenakan biaya sebesar Rp 350 ribu, sedangkan untun satuan dikenakan biaya Rp 49.500. sedangkan untuk tipe Paling, harga per 100 gramnya Rp 270 ribu dan untuk satuannya Rp 35.500," tutur Rika.


Suasana toko pun begitu klasik. Rika menegaskan nuansa toko Godiva memang dibuat seperti berada di Kota Belgia. Dinding bergambar singa dan berwarna coklat, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.


Apabila pembeli merasa lelah setelah berbelanja, di Godiva juga menyediakan coklat panas ataupun eskrim coklat yang bahannya juga diimpor dari Belgia. Pembeli juga bisa menikmati coklat panas atau eskrim sambil duduk berdua bersama pasangan dan melepas penat di dalam toko, dengan nuansa yang serba manis.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore