
Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur
JawaPos.com - Warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung ingin direlokasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, warga ingin dimanusiakan ketika pindah dari rumah mereka.
Nurul, 52, salah seorang mengaku senang jika pemerintah Provinsi DKI akan merelokasi warga. Apalagi ada tempat yang layak dan murah. "Saya mau saja asalkan gratis. Kalau suruh bayar per bulan dan harganya besar sama saja bohong," kata wanita paruh baya itu kepada JawaPos.com, Rabu (7/2).
Ia menyayangkan jika warga yang direlokasi di rusun Jatinegara harus dikenakan biaya yang cukup besar. "Kemarin yang direlokasi ada yang tidak diganti rugi. Sekarang malah harus bayar perbulannya Rp 600 ribu. Kalau kita disuruh bayar hanya untuk uang kebersihan sih tidak apa-apa," pungkas Nurul.
Meski banjir sudah surut, menurut pantauan JawaPos.com. genangan di sekitar rumah masih menyusahkan warga untuk membersihkannya. Pasalnya mereka harus memompa air yang menggenang ke kali.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program penataan kawasan langganan banjir. Salah satunya yakni memasang sheet pile atau turap baja untuk menahan air masuk ke permukiman yang berada di bantaran kali tersebut.
Hal itu dikatakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang telah mengunjungi Kampung Arus, Cawang, Jakarta Timur. Dia berencana membangun sheet pile di kampung yang terletak di gang sempit dan pada penduduk itu.
Terkait dengan pemasangan sheet pile, Pemprov DKI tentu kesulitan untuk memasukkan alat berat ke dalam kawasan itu. Maka satu-satunya cara, yakni harus dilakukan relokasi bagi warga yang memiliki rumah di sana.
Namun begitu, Sandi mengklaim sebagian warga telah sepakat melepas rumahnya untuk pembangunan sheet pile dalam rangka program Pemprov mengentaskan banjir. Sementara sebagian warga lainnya, masih harus diyakinkan agar mau direlokasi.
"Di Kampung Arus, mereka (warga) sepakat dilepas tanahnya ke pemerintah sehingga ada akses kita bisa memasang sheet pile tersebut. Tapi di daerah-daerah lain yang warganya di situ harus kita yakinkan memastikan bahwa program itu bisa berjalan," ujar Sandi di Balai Kota, Selasa (6/2).
Politikus Partai Gerindra itu menerangkan, warga yang telah sepakat meminta agar dicarikan rumah susun di sekitar Kampung Arus, misalnya di Rusun Cawang. Sandi meyakini, warga yang akan pindah ke rumah susun adalah berdasarkan keinginannya sendiri.
"Mereka nggak digusur ya, karena mereka akan pindah sendiri, karena mereka ikut dalam program penataan," tandasnya.
Menurutnya, program penataan yang dimiliki Pemprov DKI sangat memerlukan dukungan dari warga Jakarta. Jika ditemui titik temu, kata Sandi, pemasangan sheet pile bisa dilakukan mulai tahun ini.
"Kemarin saya bicara sama Pak Wali (Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana), kalau memang sudah bisa terpetakan dari warga yang sepakat itu, mestinya bisa dieksekusi tahun ini," pungkasnya

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
